Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Terhitung sudah tujuh hari, sejak Senin (3/8) hingga Senin (10/8), kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membentang di empat kabupaten, yakni Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo, tampak menghadirkan pemandangan berbeda. Warna hitam pekat, kini terpampang jelas di daerah tujuan wisata favorit itu.
Warna hitam itu berasal dari semak, hingga pepohonan yang dilalap "si jago merah". Sisa vegetasi terbakar beterbangan bersama debu pasir, kala angin kencang datang berembus. Keaadaan itu dapat dirasakan ketika seseorang melintas Jalur Lingkar Kaldera Tengger atau JLKT dari arah Watu Gede, salah satu area terdampak kebakaran.
Langkah konkret penanganan pun diambil. Balai Besar TNBTS, tim gabungan dari empat daerah yang dilintasi Gunung Bromo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah pusat, dan relawan terjun ke lokasi, bersama-sama melakukan operasi pemadaman api.
Hiruk pikuk sirine tanda penanganan kebakaran meraung-raung, kendaraan pemadam hilir mudik melaju masuk ke kawasan Bromo dan ada pula yang keluar mengisi pasokan air di Ranu Pani.
Deretan petugas sibuk memantau keadaan, menyiapkan peralatan pemadaman, hingga distribusi logistik menjadi pemandangan rutin.
Luas area terdampak kebakaran dari data terakhir, Senin (10/8) malam mencapai 742,70 hektare, mulai dari Blok Bantengan sebagai titik awal api, Watu Gede, Blok Jantur, B29, sampai Bukti Dingklik.
Jumlah area terbakar itu terus meningkat seiring pergantian hari. Semula 7,9 hektare, lalu berkembang ke angka 44 hektare, meluas menjadi 51 hektare, bertambah lagi menyentuh 176 hektare, meluas 520 hektare, dan berkembang ke seluas 742,70 hektare.
Kebakaran di Gunung Bromo juga sempat membesar, pada Sabtu (8/8) malam. Nyala api yang semula berada di area tebing sanggup menyeberangi bentangan Jalur Lingkar Kaldera Tengger selebar 18 meter dan membakar rerumputan di wilayah savana.
Meluasnya titik api, salah satunya dipicu oleh embusan angin kencang di kawasan taman nasional itu.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar TNBTS telah menutup total seluruh pintu masuk ke Gunung Bromo, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang, sejak akhir pekan.
Selain untuk efektivitas pemadaman, penutupan dilakukan guna melindungi dan memastikan keselamatan para wisatawan.
Hingga kini, kobaran api terus meluas ke wilayah Probolinggo dan Pasuruan. Tim gabungan, khususnya dari dua daerah, dibantu banyak pihak, tak henti-hentinya bekerja memadamkan api.
Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































