Komisi VII DPR minta ANTARA optimalkan penanggulangan hoaks

2 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA untuk mengoptimalkan perannya sebagai sumber informasi tepercaya dalam penanggulangan hoaks.

Untuk itu, menurut dia, ANTARA perlu memperkuat kapasitas wartawannya.

"Melakukan reposisi kelembagaan guna meningkatkan kontribusi dan relevansinya di masyarakat," kata Saleh di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan hal itu sebagai kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI bersama sejumlah lembaga penyiaran.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Komisi VII DPR juga mengapresiasi kinerja semester I tahun 2026 yang dilakukan ANTARA, di antaranya perihal tingkat kelolosan verifikasi PSO (public service obligation) meningkat menjadi 91 persen.

Kemudian juga mengapresiasi soal distribusi berita melalui 300 saluran media di 33 provinsi dan pembaca laman ANTARA tumbuh menjadi 73 juta (Januari–Mei 2026), hingga kinerja keuangan di atas target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan pendapatan usaha Rp207,50 miliar atau 116,67 persen.

Meski begitu, Saleh juga mendorong agar merinci program kerja beserta alokasi anggarannya secara lebih transparan dan terukur, termasuk penjelasan jenis kegiatan, target kinerja, serta output yang dihasilkan dari setiap kegiatan.

"Mengoptimalisasi alokasi anggaran pada seluruh program sehingga target kinerja dan serapan anggaran dapat tercapai lebih efektif," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyampaikan bahwa ANTARA memiliki kanal berita tersendiri untuk menangkal hoaks yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

ANTARA juga merencanakan kerja sama penanggulangan hoaks itu bersama kantor-kantor berita dari negara-negara ASEAN. Hal itu dilakukan karena kapasitas penyebaran informasi hoaks terus meningkat.

"Berita hoaks yang muncul aja untuk (2026) sampai bulan Juni ini 5.430 berita dan itu harus kami klarifikasi terus-menerus," kata Benny.

Baca juga: Komisi VII: Aset terbesar ANTARA bukan gedung tapi jaringan wartawan

Baca juga: ANTARA kawal narasi Astacita dalam kinerja pemberitaan 2026

Baca juga: Garuda TV dan ANTARA kerja sama perluas distribusi informasi publik

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |