Kuil di Jepang ajak pengunjung nikmati gugurnya bunga stewartia

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kuil Torin in di Kyoto, Jepang menghadirkan acara khusus untuk melihat gugurnya bunga stewartia yang berlangsung hingga 24 Juni 2026.

Dikutip dari Kyodo, Kamis (11/6) waktu setempat, bunga stewartia yang gugur menjadi simbol ketidakabadian dalam sastra klasik Jepang.

Bunga-bunga putih yang berguguran ini tak hanya indah, namun memberikan pelajaran mendalam soal menjalani hidup.

"Bunga-bunga mengajarkan kita melalui kehidupan mereka sendiri betapa pentingnya menjalani setiap hari tanpa penyesalan," kata Kepala pendeta kuil, Genbo Nishikawa yang kini berusia 87 tahun.

Adapun para pengunjung kuil di Distrik Ukyo, Kyoto bisa menikmati keindahan bunga ini dengan duduk di beranda kuil dan menyaksikan bunga-bunga yang hanya mekar satu hari itu berjatuhan ke lumut hijau di taman.

Baca juga: Berburu kunci menuju surga di Kuil Zenkoji Jepang

Pihak kuil juga menyatakan bahwa pohon stewartia yang ada di halaman kuil itu ditanam dari biji yang dikumpulkan dari pohon berusia 350 tahun yang mati sekitar 20 tahun yang lalu.

Ada kepercayaan bahwa pohon-pohon tersebut ditanam sebagai pengganti pohon sal yang diyakini di bawahnya merupakan tempat Buddha wafat di wilayah India, dengan tradisi bahwa bunga yang berguguran itu jatuh ke tubuh sang Buddha.

Bukan sekadar bunga biasa, bunga yang tumbuh di kota seribu kuil tersebut juga disebut dalam bagian pembuka karya klasik abad ke-13 "Kisah Heike" yang menyebutkan bunga-bunga tersebut sebagai pertanda bahwa segala sesuatu yang mekar pasti akan layu sebelum menceritakan kisah naik dan turunnya dua klan samurai.

Pameran bunga ini bisa dikunjungi wisatawan tanpa perlu reservasi serta dikenakan biaya masuk sebesar 1.600 yen, pengunjung pun juga akan mendapatkan matcha serta manisan tradisional Jepang.

Baca juga: Wisata ke Kuil Sensoji Asakusa Tokyo

Baca juga: Tiga wilayah yang jadi lokasi pertama bunga sakura bermekaran

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |