Satgas Pangan Polda Papua imbau pedagang tidak timbun minyak goreng

4 hours ago 3

Jayapura (ANTARA) - Satuan Tugas Pangan Polda Papua minta pedagang tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga minyak goreng khususnya yang bersubsidi hingga menyebabkan kelangkaan.

Tim Satgas Pangan Polda Papua melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng khususnya yang bersubsidi yakni merk MinyaKita.

"Monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditi tersebut sekaligus memantau harganya," kata Kasatgas Pangan Polda Papua Kombes Rama Samtama Putra di Jayapura, Kamis.

Imbauan kepada pedagang agar tidak menyimpan barang dilakukan guna mengantisipasi hal tersebut.

Dari hasil pemantauan terungkap persediaan minyak goreng khususnya yang bersubsidi aman dengan harga jual bervariasi.

Untuk pedagang yang bekerjasama dengan Bulog harga jualnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 15.700 per liter namun di luar itu bervariasi hingga Rp 20.000 per liter.

Sementara persediaan minyak goreng merk MinyaKita khususnya di Jayapura aman, karena Bulog sudah memasok 90.000 liter.

"MinyaKita sebanyak lima kontainer sudah tiba di Jayapura sehingga persediaan aman," kata Rama yang juga menjabat Dirkrimsus Polda Papua.

Fatimah, salah seorang ibu rumah tangga yang dijumpai sedang berbelanja di Pasar Hamadi mengatakan tidak semua pedagang menjual minyak goreng merk MinyaKita sesuai HET karena sebagian besar menjual dengan harga Rp 20.000 per liter hingga Rp 22.000 per liter.

Ia menambahkan pedagang yang menjual sesuai HET melakukan pembatasan bagi setiap pembeli yakni hanya bisa mendapatkan dua liter minyak goreng, kata Fatimah yang mengaku bermukim di kawasan Argapura, Jayapura.

Baca juga: SPKS minta pemerintah tak naikkan harga jual Minyakita

Baca juga: Kemendagri: Percepat distribusi minyak goreng ke Indonesia timur

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |