Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa politik yang terjadi pada Kamis (11/6) telah kami beritakan untuk Anda, dan berikut lima berita pilihan untuk Anda baca kembali pada pagi ini, yakni mulai dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo Subianto membahas investasi sekitar Rp60-70 triliun hingga Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang melaporkan soal efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis.
1. JK dan Prabowo bahas investasi Rp70 triliun pengembangan energi hijau
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6), membahas investasi sebesar Rp60-70 triliun untuk pengembangan energi hijau.
Selengkapnya baca di sini.
2. Nanik ke Istana laporkan efisiensi anggaran MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyebut akan melaporkan soal efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Selengkapnya baca di sini.
3. Pemerintah siap bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026
Pemerintah akan membangun sekitar 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026 sebagai upaya pemerataan pendidikan dengan memberikan akses bagi siswa berprestasi dari seluruh lapisan masyarakat.
Selengkapnya baca di sini.
4. DPR ajak masyarakat tukarkan dolar AS supaya rupiah bisa menguat
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat yang menyimpan mata uang dolar Amerika Serikat untuk menukarkannya ke rupiah agar nilai tukar rupiah bisa semakin menguat kembali.
Selengkapnya baca di sini.
5. Dasco sebut Himbara lakukan "buyback" saham karena fundamental kuat
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa bank-bank Himpunan Bank-Bank Milik Negara (himbara) melakukan "buyback" atau membeli kembali saham karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta memiliki proyek strategis yang fundamentalnya kuat.
Selengkapnya baca di sini.
Pewarta: Rio Feisal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































