Komisi I: Kunjungan PM India perkuat diplomasi parlemen

21 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke DPR RI menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi parlemen dan hubungan strategis Indonesia dengan India.

Dave menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Rabu, menanggapi kunjungan PM Modi yang diterima Ketua DPR RI bersama jajaran pimpinan lembaga negara.

"Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat dukungan parlemen terhadap berbagai kerja sama yang telah dibangun oleh kedua negara," katanya.

Menurut Dave, kunjungan tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan India sekaligus menegaskan pentingnya diplomasi parlemen sebagai pelengkap diplomasi pemerintah dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Baca juga: Prabowo: Relief Ramayana di Prambanan saksi kedekatan Indonesia-India

Ia mengatakan ruang kolaborasi Indonesia dan India terbuka luas, meliputi perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, ekonomi digital, kerja sama maritim, pendidikan, teknologi, hingga industri pertahanan.

Di tengah dinamika kawasan dan tantangan global, lanjutnya, kemitraan yang semakin erat akan memberikan manfaat bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Dave juga menilai hubungan ekonomi Indonesia dan India terus menunjukkan tren positif. India merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Asia Selatan dengan nilai perdagangan bilateral yang melampaui 28 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2024–2025.

Menurut dia, potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui peningkatan investasi dan kerja sama di berbagai sektor strategis agar memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing Indonesia.

Baca juga: Prabowo harap kunjungan PM Modi ke Prambanan pererat persahabatan

"Sinergi yang baik antara pemerintah dan parlemen diharapkan mampu memastikan berbagai kesepakatan yang telah dibangun dapat diimplementasikan secara konkret," ujarnya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |