Manokwari (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari telah menyelesaikan pembangunan 145 jembatan serta program manunggal air bersih sebanyak 115 titik yang tersebar di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Panglima Kodam XIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru di Manokwari, Kamis, mengatakan keberadaan jembatan dan sumber air bersih merupakan upaya memperkuat akses terhadap kebutuhan dasar.
"Supaya tidak ada masyarakat yang terisolasi maupun kesulitan memperoleh akses air bersih," kata Christian.
Menurut dia program tersebut masih terus berlanjut sehingga memerlukan dukungan kolaborasi dan sinergisitas lintas pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan proses identifikasi kebutuhan prioritas masyarakat.
Keberhasilan pembangunan infrastruktur jembatan maupun penyediaan sumber air bersih tidak terlepas dari peran serta pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di masing-masing wilayah sasaran.
"Kami berkomitmen menjangkau daerah yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) karena programnya masih berlanjut," kata Panglima Kodam.
Panglima Kodam XIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru bersama Bupati Manokwari Hermus Indou dan sejumlah perangkat daerah berjalan melintasi jembatan di Kampung Uduwey usai mengikuti acara peresmian secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Muhammad Ridha menjelaskan, pembangunan jembatan per satu titik hanya diberikan waktu selama 30 hari dan berhasil diselesaikan sebelum jadwal peresmian.
Ada dua jenis jembatan yang dibangun di seluruh wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya yaitu, 15 jembatan jenis aramco, dan jembatan beton sebanyak 130 titik guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
"Tidak ada jenis jembatan gantung yang dibangun di wilayah kerja Kodam Kasuari," ujarnya.
Dia mengakui bahwa ada tiga lokasi batal dilanjutkan ke tahap pembangunan meskipun sudah masuk dalam target sasaran. Hal ini dipengaruhi adanya permintaan ganti rugi oleh pemilik hak ulayat mencapai Rp300 juta.
"Tiga titik itu berada di wilayah Papua Barat Daya. Ini sangat kami sayangkan. Terpaksa kami coret dan batal dibangun, kasihan masyarakat," kata Ridha.
Baca juga: Prabowo apresiasi TNI-Polri bangun 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air
Baca juga: Prabowo resmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































