Jakarta (ANTARA) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat kasus kebakaran dan disusul tenggelam mendominasi penyebab kecelakaan kapal di Indonesia.
"Kecelakaan yang paling banyak itu masalah kapal terbakar, setelah itu kapal tenggelam," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam webinar yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan dipantau di Jakarta, Jumat malam.
Menurut dia, dari data 2003-2026 terdapat 46 kasus kecelakaan kapal roro yang sudah selesai dilakukan investigasi.
Dari data tersebut kata Soerjanto, kasus kecelakaan akibat kebakaran dan tenggelam paling mendominasi, yang mana untuk kebakaran tercatat mencapai 44 persen, sedangkan tenggelam berada angka 35 persen.
Data tersebut lanjut dia, menunjukkan bahwa pengawasan terhadap muatan atau manifes masih belum optimal, padahal regulasi sudah cukup beragam dan ini perlu diterapkan.
"Regulasi ataupun yang mengatur masalah barang berbahaya di kapal ini sudah cukup baik, namun pelaksanaan dari regulasi itu yang belum optimal," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa KNKT juga merekomendasikan agar regulator dapat menerapkan agen teregulasi atau regulated agent, supaya semua yang masuk ke dalam kapal dapat diketahui dengan baik.
Soerjanto mengungkapkan bahwa dari hasil investigasi kecelakaan kebakaran kapal tahun 2014-2026 dari 19 kejadian kebakaran hanya tiga yang bersumber dari kapal, sedangkan 16 lainnya dikarenakan muatan truk atau kendaraan.
Ia menegaskan bahwa beberapa rekomendasi yang dikeluarkan KNKT adalah masalah pengawasan dan pengendalian.
"Jadi, masalah utama kalau kita bisa meningkatkan pengawasan dan pengendalian khususnya untuk moda pelayaran itu kontribusinya adalah 72 persen. Jadi, yang harus ditingkatkan paling utama masalah pengawasan dan pengendalian tentang implementasi aturan-aturan yang sudah ada," katanya menambahkan.
Baca juga: Basarnas temukan lagi tiga jasad korban kecelakaan KM Virgo
Baca juga: Pemilik KMP Virgo siap tanggung jawab seluruh hak korban kecelakaan
Baca juga: Jasa Raharja serahkan santunan kepada ahli waris korban kapal Virgo 8
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































