KN Pordasi: Sumba potensi besar wisata olahraga berkuda

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur mempunyai potensi besar sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) berkuda tingkat dunia, demikian disampaikan Ketua Presidium Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Triwatty Marciano

"Budaya berkuda yang kuat di Sumba. Masyarakat yang mencintai olahraga kuda. Kuda lokal yang berkualitas. Serta, panorama alam yang luar biasa merupakan kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah," kata Triwatty dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan konfederasi nasional berkuda ke Pulau Sumba untuk memantau arena pacu kuda, termasuk arena yang akan digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sejumlah arena yang dikunjungi yaitu lapangan Omba Calo, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, lapangan pacu Rihi Eti, Prailiu, Kabupaten Sumba Timur, serta arena pacu kuda Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Tiga lokasi tersebut telah ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai arena cabang olahraga pacu kuda pada PON XXII/2028 NTT-NTB.

Baca juga: Teuku Rifat gondol gelar AEF/MANTENA Cup 2026 kelas Elite 135 cm

Peninjauan tersebut, menurut Triwatty, merupakan komitmen untuk mendorong peningkatan kualitas arena pacu kuda di Pulau Sumba agar memenuhi standard penyelenggaraan nasional maupun internasional.

Pacuan kuda tradisional di Pulau Sumba berpeluang memperoleh pengakuan yang lebih luas sebagai bagian dari olahraga prestasi nasional lewat penyelenggaraan kejuaraan multi-cabang olahraga nasional seperti PON.

Wisata olahraga

Selain persiapan PON, Triwatty mengatakan "Pulau 1000 Kuda" itu menyimpan potensi besar karena memadukan olahraga, budaya, dan keindahan alam.

Pacuan kuda berkembang menjadi budaya yang berpadu dengan pesona alam, sehingga mampu menarik wisatawan, pegiat olahraga, dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

"Keunikan itu menjadikan pacuan kuda Sumba memiliki nilai lebih dibandingkan sekedar kompetisi olahraga," katanya.

Dia mendorong potensi potensi olahraga pacu kuda di Pulau Sumba dikembangkan secara terpadu sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Baca juga: Atlet berkuda Brandon Toa jadikan gelar Mantena Cup modal ke Malaysia

Penyelenggaraan berbagai kejuaraan pacu kuda di pulau itu, lanjutnya, telah memberikan dampak nyata bagi perputaran ekonomi daerah, melalui kehadiran ribuan penonton dan peserta

Triwatty berharap semakin banyak agenda kejuaraan yang digelar di pulau tersebut selain PON 2028. Tujuannya, semakin besar peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dengan wisata olahraga berkuda.

Konfederasi Nasional Pordasi juga menjalankan kampanye “Aman Berprestasi" yang menempatkan perlindungan atlet sebagai kunci utama dalam pembinaan olahraga berkuda di Indonesia.

Komitmen terhadap kampanye itu ditunjukkan dengan penyaluran bantuan berupa 90 pelindung tubuh dan helm buatan dalam negeri kepada empat pemerintah kabupaten yaitu Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |