Kepala Bakom RI tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya

2 hours ago 3

Surabaya (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari meninjau ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 yang berlokasi di Jalan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Dalam kunjungannya, Qodari meninjau langsung kesiapan fisik serta fasilitas sekolah yang ditargetkan sudah dapat memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada awal Agustus 2026.

Ia memuji dan menyampaikan rasa bangga atas progres pembangunan sekolah seluas 6,6 hektare tersebut, dari kawasan lahan kosong menjadi kompleks pendidikan megah dan terpadu.

“Dari sawah, sekarang punya gedung yang begini bagus dan megah. Alhamdulillah, kami sangat bangga. Saya yakin Bapak Presiden juga sangat bangga dan terharu jika melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini," ujar Qodari.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan pendidikan ini dipimpin oleh tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya dirancang tidak hanya menyediakan gedung kelas yang representatif, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang yang lengkap, antara lain gedung sekolah terpadu untuk SD, SMP, SMA dan asrama siswa serta guru.

“Di sini juga ada lapangan mini soccer, lapangan basket, dan lapangan voli, ruang serbaguna, masjid, rumah tamu, kantin, serta dapur umum. Tak hanya itu, peralatan laboratorium yang saat ini tengah berada dalam tahap pendataan ulang sebelum siap digunakan,” ujarnya.

Qodari menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil satu dan dua.

Ia menjelaskan keberadaan Sekolah Rakyat ini merupakan bukti nyata dari eksekusi program dan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pendidikan.

"Mudah-mudahan tempat ini menjadi pintu dan jalan bagi perubahan nasib anak-anak kita yang kurang beruntung serta keluarga mereka. Ini adalah momentum untuk menyaksikan bagaimana program Presiden Prabowo diimplementasikan dan menjadi nyata dari sebuah ide," tuturnya.

Baca juga: Tulungagung kurangi target rombel Sekolah Rakyat karena minim peminat

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menggungkapkan, sebanyak 270 siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli 2026. Sebelum memasuki kegiatan pembelajaran, seluruh siswa diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

"Siswa baru yang masuk ada 270 anak untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Tanggal 30 mereka mulai masuk untuk administrasi, lalu tanggal 31 mulai menginap dan menjalani tes kesehatan khusus siswa SMA. Selanjutnya, tanggal 1 Agustus disusul tes kesehatan untuk jenjang SD dan SMP," ujar Antiek.

Baca juga: Pemerintah verifikasi rumah tak layak huni orang tua siswa SR

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |