Pemerintah serap Rp10 triliun dari lelang sukuk pekan ini

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana senilai Rp10 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada 28 Juli 2026.

“Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp10 triliun,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa.

Total penawaran yang masuk pada lelang kali ini mencapai Rp24,88 triliun.

Rinciannya, pada seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah), seri SPNS08092026 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp1,2 triliun dari penawaran masuk Rp1,31 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,80000 persen dengan jatuh tempo 8 September 2026.

Selanjutnya, seri SPNS03022027 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp2 triliun dari penawaran masuk Rp3,19 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,00000 persen dengan jatuh tempo 3 Februari 2027.

Seri SPNS12042027 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp4 triliun dari penawaran masuk Rp6,41 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,12175 persen dengan jatuh tempo 12 April 2027.

Sementara pada seri PBS (Project Based Sukuk), seri PBS030 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp1,7 triliun dari penawaran masuk Rp4,75 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,19942 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2028.

Seri PBS040 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp600 miliar dari penawaran masuk Rp4,19 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,29960 persen dengan jatuh tempo 15 November 2030.

Berikutnya, seri PBS034 (pembukaan kembali) diraup sebesar Rp200 miliar dari penawaran masuk Rp3,48 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,30764 persen dengan jatuh tempo 15 Juni 2039.

Seri PBS005 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp100 miliar dari penawaran masuk Rp676 miliar. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,33564 persen dengan jatuh tempo 15 April 2043.

Terakhir, seri PBS038 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp200 miliar dari penawaran masuk Rp880 miliar. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,31589 persen dengan jatuh tempo 15 Desember 2049.

Hasil lelang akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Baca juga: BI beri insentif bank dengan rasio SBN-SRBI nonrepo di bawah 19 persen

Baca juga: Kemenkeu: ORI030 adalah alternatif investasi yang aman dan pasti

Baca juga: BEI lewat SPPA fasilitasi perdagangan repo underlying SBSN

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |