Ahli duga gempa M7,1 Jepang disebabkan tekanan sesar lama

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Gempa bumi kuat yang mengguncang barat daya Jepang pada hari Selasa diduga dipicu oleh geseran sesar yang belum retak saat gempa kembar melanda wilayah yang sama satu dekade lalu.

Para ahli pun memperingatkan bahwa aktivitas gempa susulan yang kuat masih berpotensi berlanjut, demikian kantor berita Kyodo melaporkan, Selasa.

Pusat gempa terbaru berkekuatan magnitudo 7,1 yang berpusat di Prefektur Kumamoto tersebut berlokasi tidak jauh dari pusat gempa darat serupa berkekuatan M 6,5 pada 14 April 2016, serta M 7,3 dua hari setelahnya.

Ketiga gempa tersebut sama-sama mencatatkan skala intensitas seismik tertinggi, yakni level 7 pada skala Jepang, di sejumlah wilayah di prefektur tersebut.

Gempa pada tahun 2016 lalu merusak kawasan itu dan menewaskan lebih dari 270 orang.

Sejumlah zona sesar aktif, termasuk zona sesar Hinagu dan Futagawa yang memicu gempa 2016, membentang di wilayah tengah Kyushu.

Para ahli berulang kali mengingatkan bahwa bagian selatan zona sesar Hinagu—yang membentang hingga ke Laut Yatsushiro di sekitarnya—hampir tidak mengalami pergeseran pascagempa 10 tahun lalu.

Shinji Toda, Profesor Seismologi dari Universitas Tohoku, menemukan bahwa jumlah gempa berkekuatan magnitudo 1,5 atau lebih telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum gempa 2016.

Temuan itu didasarkan pada analisis aktivitas seismik di dekat zona sesar Hinagu selama satu dekade terakhir.

Toda menjelaskan, gempa tahun 2016 diyakini telah memicu tegangan dan tekanan besar, yang akhirnya menyebabkan pergerakan di sepanjang zona sesar Hinagu kali ini.

Ia juga menambahkan bahwa kedua peristiwa tersebut memiliki mekanisme pemicu yang sama.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa pada Selasa pukul 16.27 waktu setempat itu terjadi pada kedalaman 16 kilometer di sepanjang sesar geser (strike-slip fault)—yaitu kondisi ketika dua lempeng berdekatan bergeser secara mendatar, serupa dengan karakteristik gempa 2016.

Meski demikian, Badan Meteorologi Jepang sejauh ini belum secara eksplisit mengaitkan gempa hari Selasa ini dengan rangkaian gempa besar yang terjadi satu dekade lalu.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Gempa Kumamoto: KBRI imbau WNI ikuti arahan otoritas Jepang

Baca juga: BMKG: Tidak ada potensi tsunami di RI akibat gempa Kumamoto

Baca juga: Pusat perbelanjaan ambruk imbas gempa Kumamoto, puluhan orang terjebak

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |