Bandung (ANTARA) - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berharap sayembara penangkapan begal berhadiah yang diumumkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hanya bersifat guyonan karena berpotensi membahayakan warga sipil.
Pigai di Hotel Papandayan, Bandung, Selasa, mengatakan penangkapan pelaku kejahatan jalanan oleh masyarakat yang tidak memiliki pelatihan taktis berisiko memicu kekerasan fisik hingga pertumpahan darah.
"Kalau serius ya tidak boleh. Tetapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja. Tetapi kalau serius tidak boleh, itu bahaya," kata Pigai.
Ia menilai penyerahan fungsi penegakan hukum kepada warga sipil tanpa pembekalan yang memadai berpotensi melanggar etika dan membahayakan keselamatan publik.
Baca juga: Polemik sayembara begal, Yusril minta Polda Jabar tingkatkan patroli
Menurut Pigai, masyarakat yang tidak terlatih berpotensi menggunakan kekerasan saat menangkap pelaku kejahatan. Karena itu, ia mempertanyakan etika pemberian imbalan kepada warga untuk melakukan tindakan tersebut.
"Kalau sipil yang tidak terlatih mukul dong, ya? Berdarah-darah. Apa diperbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan? Tidak etis. Tetapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Semoga guyonan dan tidak serius," ujarnya.
Baca juga: Dedi Mulyadi keluarkan kocek pribadi untuk hadiah tangkap begal
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku pencurian, copet, jambret, begal, atau perampok, kemudian menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," kata Dedi melalui akun Instagram pribadinya.
Selain itu, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan.
Ia juga meminta mobil patroli tetap bersiaga setiap malam dengan lampu peringatan menyala serta menyiagakan Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran di lokasi strategis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Baca juga: KDM: Sayembara tangkap begal berhadiah Rp10 juta cegah main hakim
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































