Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kepulangan dua mahasiswa berasal dari Jatim yang berhasil dievakuasi dari Iran setelah peningkatan ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
“Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” kata dia saat menerima keduanya di Kantor Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang telah melakukan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Terima kasih kepada Kemenlu yang sudah berhasil melakukan proses evakuasi warga Indonesia di Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Menurut dia, di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah, prioritas pemerintah Indonesia memastikan keselamatan seluruh WNI di negara tersebut.
Baca juga: Kemlu RI upayakan evakuasi WNI yang masih tertahan di Iran
Setelah berhasil dievakuasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dan tiba di Indonesia, kata dia, kedua mahasiswa tersebut akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kembali ke daerah asal masing-masing melalui Badan Penghubung Daerah.
“Alhamdulillah kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya bisa difasilitasi balik ke rumahnya masing-masing. Ini tahap ketiga dan malam ini akan ada yang datang lagi,” ujarnya.
Khofifah berharap, mereka bisa kembali dengan selamat dan bertemu dengan keluarga di rumah masing-masing.
Dian, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz berasal dari Malang menyampaikan apresiasi kepada Kemenlu dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memfasilitasi kepulangannya ke Indonesia.
Ia menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara bertahap melalui beberapa perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.
“Jadi mulai Kemenlu, KBRI Teheran di Iran, terus KBRI Azerbaijan, kemudian sempat dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk balik ke Indonesia. Habis itu dihubungkan ke Badan Penghubung Daerah untuk difasilitasi balik ke daerah masing-masing,” katanya.
Muhammad Baghir, mahasiswa Fakultas Teknik Komputer Universitas Qom berasal dari Jember mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia setelah situasi ketegangan yang terjadi di Iran.
“Terima kasih kepada Kemenlu, Pemprov Jawa Timur Ibu Khofifah yang sudah memfasilitasi kami kembali ke daerah asal masing-masing dengan selamat dibantu Badan Penghubung Jawa Timur,” katanya.
Baca juga: Kemlu: Pencarian 3 WNI hilang di Selat Hormuz masih berlanjut
Baca juga: Wamen P2MI apresiasi evakuasi WNI, pekerja migran dari Iran
Pewarta: Willi Irawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































