Aceh Timur, Aceh (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan Aceh Timur kini memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan, menandai perubahan penanganan bencana tanpa menghentikan bantuan, pendampingan, serta kehadiran aktif pemerintah pusat selama masa tersebut.
"Jadi kami informasikan bahwa hari ini Aceh Timur sudah masuk ke fase transisi darurat menuju pemulihan," kata Suharyanto ditemui di sela penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan hunian sementara (huntara) secara simbolis di Gampong (Kampung) Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Kamis.
Dia menyampaikan transisi darurat selama tiga bulan ditegaskan bukan akhir persoalan, karena masyarakat terdampak tetap menerima dukungan penuh negara sambil proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan bertahap, terukur, serta berkelanjutan secara nasional terpadu.
"Transisi darurat bukan berarti masalahnya sudah selesai, bencananya sudah diatasi, tidak seperti itu," ujarnya.
Ia menuturkan pemerintah pusat telah membentuk Satuan Tugas (satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang akan mengoordinasikan kerja lintas kementerian di Sumatera secara terpadu, terencana, responsif, cepat, dan efektif.
Baca juga: Mendagri komitmen percepat pembukaan akses pascabencana di Aceh Timur
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyalami warga terdampak bencana banjir di sela penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan hunian sementara (huntara) secara simbolis di Gampong (sebutan kampung) Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Kamis (29/1/2026). ANTARA/HariantoDalam struktur Satgas, lanjut Suharyanto, seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) diwajibkan hadir membantu warga Aceh Timur, memastikan kebijakan, anggaran, serta aksi lapangan saling terhubung demi pemulihan yang menyeluruh.
Lebih lanjut dia mengatakan kondisi infrastruktur seperti jalan dan jembatan kini kembali terhubung secara darurat. Pemerintah pusat juga menyiapkan pembangunan permanen yang ditargetkan lebih baik dibandingkan sebelum bencana melanda di wilayah tersebut secara bertahap, terukur, dan berkualitas.
"Tentu saja ini butuh waktu, berjalan terus," tuturnya.
Baca juga: BNPB libatkan mahasiswa percepat verifikasi rumah rusak di Aceh Timur
Ia juga menekankan progres saat ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan sebulan lalu, meski mengakui pemulihan belum selesai dan masih membutuhkan waktu, kesabaran, serta kerja bersama semua pihak terkait, secara berkelanjutan.
"Tetapi kita harus objektif, kalau dibandingkan kondisi hari ini dengan sebulan yang lalu, saya yakin sudah banyak perubahan gitu. Sudah selesai? Belum, masih jauh. Makanya transisi pun ditetapkan oleh kita semua selama tiga bulan (ke depan)," ucap Kepala BNPB Suharyanto.
Baca juga: BNPB: 2.436 warga Aceh Timur mengungsi akibat banjir
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































