Kemlu: Pencarian 3 WNI hilang di Selat Hormuz masih berlanjut

2 hours ago 2
Untuk tiga orang WNI yang hilang di Selat Hormuz, sampai saat ini masih dilakukan pencarian dan otoritas setempat juga masih terus melakukan pencarian selama 24 jam

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan otoritas terkait masih melakukan pencarian terhadap tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Selat Hormuz.

"Untuk tiga orang WNI yang hilang di Selat Hormuz, sampai saat ini masih dilakukan pencarian dan otoritas setempat juga masih terus melakukan pencarian selama 24 jam. Mereka tidak akan berhenti sampai otoritas setempat menyatakan pencarian dihentikan,” kata Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heny Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat mengenai apa yang menyebabkan ledakan di kapal tugboat tempat para WNI bekerja tersebut.

Baca juga: Wamen P2MI apresiasi evakuasi WNI, pekerja migran dari Iran

Dia juga menyatakan sejauh ini belum ada laporan terkait WNI lain yang terjebak di Selat Hormuz.

Pada 6 Maret kapal tugboat Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab (UEA) terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. Akibat insiden tersebut satu WNI dirawat di rumah sakit di Oman, sedangkan tiga WNI lainnya masih dalam pencarian.

Selain itu Heny menyampaikan 32 WNI yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Indonesia pada 10 Maret 2026. Pada tahap evakuasi kedua ada 34 WNI yang akan diterbangkan ke Indonesia dalam dua gelombang.

“Gelombang pertama akan tiba hari ini (sebanyak) 20 orang dan besok 14 orang akan tiba di Jakarta,” ujar Heny.

Baca juga: Kemlu RI upayakan evakuasi WNI yang masih tertahan di Iran

Terkait rencana evakuasi berikutnya, Heny mengatakan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran akan terus melakukan asesmen terkait keamanan di Iran dan situasi para WNI yang masih berada di Iran.

Menurutnya, sesuai dengan pernyataan Menlu RI, keperluan evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih berada di wilayah terdampak.

“KBRI akan terus berkomunikasi secara intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran untuk mendapatkan masukan tentang situasi mereka di lokasi masing-masing,” kata Heny.

Baca juga: WNI ceritakan situasi ketegangan di tengah gempuran rudal di Iran

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |