Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp1 triliun setiap bulan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, Qodari menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola implementasi Program MBG termasuk moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, penghitungan ulang insentif, hingga fokus pada target penerima di kelompok paling membutuhkan.
"Menurut laporan atau menurut rapat yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kemenko Pangan hitungannya bisa menghemat sampai kurang lebih Rp1 triliun setiap bulannya. Artinya setahun itu bisa (menghemat) Rp12 triliun," kata Qodari.
Dia mengatakan terkait langkah inovasi lain dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan efisiensi keuangan sebagai bagian dari perbaikan tata kelola MBG, menunggu kajian komprehensif dari badan tersebut yang akan dilakukan selama periode libur anak sekolah.
Beberapa evaluasi yang akan dilakukan termasuk terkait penghitungan insentif, jumlah SPPG dan optimalisasi penerima manfaat kepada ibu menyusui, hamil dan balita.
"Juga fokus ke depan pembangunan SPPG di daerah 3T atau daerah terpencil sehingga kelompok-kelompok yang paling rentan ini bisa mendapatkan manfaat secara maksimal," ujarnya.
Pemerintah sebelumnya juga telah memangkas pagu program MBG pada APBN tahun anggaran 2026 dari sebelumnya Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Diketahui, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (15/6) menyampaikan bahwa MBG akan difokuskan kepada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.
Siswa SMA, terutama yang masuk dari kategori mampu, berpotensi tidak akan lagi menjadi target pemberian MBG.
Dia menyampaikan bahwa usai melakukan penyusunan ulang penerima manfaat, BGN akan fokus menata tata kelola SPPG.
Dalam rapat di Kemenko Pangan pada Kamis (11/6), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa jumlah SPPG kini telah melebihi target awal dari semula sekitar 21 ribu titik. Dengan saat ini terdapat 27.877 titik, atau kelebihan 6.877 titik.
Baca juga: Qodari: Prabowo jalankan MBG berdasarkan mandat rakyat, harus berjalan
Baca juga: Bakom: Penataan ulang SPPG dari perhitungan insentif hingga grading
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Genta Tenri Mawangi
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































