Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 triliun untuk kemudahan pembiayaan pelaku usaha mikro tersebut.
Wamen usai pembukaan program Kumitra (Kemudahan usaha dengan kemitraan) di Teras Malioboro Yogyakarta, Jumat malam, mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian besar untuk memberikan kemudahan terhadap pelaku UMKM, salah satunya melalui akses permodalan dengan mudah.
"Karena ini adalah yang dirancang pemerintah, nah khusus untuk pembiayaan kita menyiapkan lebih kurang Rp300 triliun untuk kemudahan pembiayaan UMKM dengan skema kredit KUR (Kredit Usaha Rakyat)," katanya.
Dia mengatakan, dari anggaran sebesar Rp300 triliun tersebut, hingga pertengahan 2026 telah terealisasi sebesar Rp167 triliun terhadap para pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Update per Juli sudah terserap Rp167 triliun, artinya sudah mencapai hampir 60 persen. Inilah kenapa kami terus mengadakan kegiatan seperti ini dan juga dibantu Himbara (Himpunan Bank negara), bank swasta nasional, pegiat online," katanya.
Baca juga: Menkeu: Pemerintah salurkan pembiayaan Rp65 triliun ke 14,9 juta UMKM
Baca juga: OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Meski demikian, kata dia, pembiayaan UMKM yang disalurkan melalui perbankan mitra pemerintah tersebut akan selalu dimonitor, agar program tersebut benar-benar bermanfaat bagi UMKM.
"Dan untuk kemudahan kita fasilitasi pengurusan perizinan berupa kemudahan dengan tidak memungut biaya, jadi perhatian Pak Prabowo itu begitu besar terhadap UMKM, termasuk bagaimana membuka akses pasar," katanya.
Terkait dengan program Kumitra, Wamen UMKM mengatakan sebagai upaya menumbuhkembangkan UMKM, kemudian menaikelaskan, sekaligus untuk mendampingi kelangsungan pengusaha UMKM yang ada di Yogyakarta.
"Nah, salah satu dari program itu adalah Kumitra ini, dalam hal ini sesuai dengan penugasan, kami Kementerian UMKM harus menjaga pertumbuhan UMKM itu dengan menciptakan wirausaha baru, kemudian memfasilitasi sesuai besaran usahanya," katanya.
Baca juga: PNM: Pendampingan, akses modal pacu pendapatan pengusaha ultra mikro
Baca juga: Wamen UMKM ajak penyalur KUR perluas pembiayaan di Indonesia Timur
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































