Kementerian PU lakukan penanganan darurat di Bendung Karet Welahan Bum

1 month ago 19
Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga....

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan penanganan darurat di Bendung Karet Welahan Bum, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama proses rehabilitasi tengah berlangsung.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, air merupakan sumber daya yang tidak dapat diciptakan namun hanya bisa dikelola secara optimal. Oleh karena itu, pengelolaan air yang efektif menjadi salah satu variabel penting dalam menggenjot produktivitas pertanian guna mencapai target swasembada pangan, sebagaimana tercantum dalam Astacita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Penanganan dilakukan dengan membangun bendung sementara menggunakan sandbag pada tubuh bendung untuk mencegah perembesan atau intrusi air laut ke saluran air tawar.

Langkah ini diperlukan agar air asin tidak masuk ke saluran irigasi, sehingga elevasi dan kualitas air tetap terjaga serta kebutuhan air bagi masyarakat dan layanan irigasi tetap dapat dipenuhi selama pekerjaan perbaikan berlangsung.

Penanganan darurat ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan menyiagakan personel, 1 unit excavator, dump truck, material sandbag, serta bronjong pasir yang diisi tanah sebagai sekat sementara.

Pemerintah Kabupaten Jepara juga turut mendukung kegiatan tersebut dengan penyediaan excavator PC45 untuk mempercepat proses pemasangan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah ini, fungsi Bendung Karet Welahan terus diupayakan tetap berjalan optimal, sehingga pelayanan sumber daya air kepada masyarakat tetap terjaga hingga rehabilitasi bendung selesai dikerjakan.

Pekerjaan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau yang semakin tidak menentu.

Bendung yang dibangun sejak tahun 1995 ini memiliki kapasitas tampung sebanyak 2,6 juta meter kubik. Selain itu, Bendung Karet ini juga mampu mengaliri daerah irigasi Kedungsemat seluas 1.666 hektare dan penyediaan air baku untuk PDAM Jepara sebanyak 50 liter per detik untuk sekitar 5 ribu KK.

Diharapkan, proses rehabilitasi Bendung Karet Welahan dapat selesai tepat waktu, sehingga infrastruktur tersebut dapat kembali berfungsi maksimal guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat dan mendukung produktivitas lahan pertanian di Jepara.

Baca juga: PUPR bangun Bendung Karet kurangi risiko banjir Indramayu

Baca juga: 810 ribu benih nila merah ditebar di Bendung Karet Tirtonadi

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |