Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan ajang IndoEBTKE ConEx 2026 akan mendorong akselerasi energi bersih di ASEAN di tengah dinamika geopolitik energi global.
"Kami berharap penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx tahun ini dapat berlangsung lebih besar dan lebih baik, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Eniya menyampaikan bahwa potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat besar dan perlu terus dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan emisi.
Potensi energi surya, misalnya, diperkirakan mencapai sekitar 3.200 gigawatt yang menjadi salah satu sumber energi bersih strategis untuk didorong pengembangannya di masa depan.
Maka dari itu, dirinya menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mempercepat transisi energi.
Penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx dinilai menjadi momentum penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat kolaborasi serta menampilkan berbagai capaian pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
Eniya juga menegaskan selain pengembangan energi baru terbarukan, aspek konservasi energi juga perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya transisi energi yang berkelanjutan.
"Selain mendorong pengembangan energi baru terbarukan, kita juga perlu memperkuat upaya konservasi energi melalui penerapan manajemen energi dan efisiensi energi di berbagai sektor, sehingga penggunaan energi menjadi lebih hemat, efisien, dan berkontribusi pada penurunan emisi," katanya.
Ia pun berharap Indo EBTKE ConEx dapat menjadi ruang untuk mengangkat isu konservasi energi sebagai bagian penting dari agenda transisi energi di Indonesia.
Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), bersama para pemangku kepentingan utama sektor energi bersih, secara
resmi meluncurkan penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026.
Memasuki penyelenggaraan ke-12, forum ini akan berlangsung pada 2-4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema "Turning Ambition into Action: Accelerating Clean Energy Transition in Indonesia and ASEAN", The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat implementasi transisi energi bersih melalui kolaborasi regional, inovasi teknologi, dan penguatan investasi hijau.
Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga energi, ketidakpastian rantai pasok energi global, hingga meningkatnya tekanan perubahan iklim, pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi menjadi agenda strategis yang harus didorong.
Transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan merupakan bagian penting dari strategi ketahanan energi dan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, Indonesia bersama negara-negara di kawasan ASEAN memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum ini melalui penguatan kerja sama regional, percepatan investasi energi bersih, serta pengembangan teknologi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 hadir sebagai platform kolaborasi strategis yang mendorong transformasi ambisi transisi energi menjadi langkah nyata yang berdampak bagi kawasan.
Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Zulfan Zahar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.
"Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem energi bersih yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global," katanya.
Dirinya kembali menegaskan bahwa forum ini akan menjadi katalis penting bagi percepatan transisi energi di kawasan.
Baca juga: Ancaman krisis minyak, Prabowo perintahkan percepat transisi ke EBT
Baca juga: ESDM salurkan 'listrik hijau' untuk 391 ribu kepala keluarga
Baca juga: ESDM: Bauran energi bersih di ketenagalistrikan lampaui target RUKN
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































