Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan regulasi dan skema simulasi terkait penyaluran bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH) dan sejenisnya melalui Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan bahwa mekanisme tersebut dirancang agar masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos, khususnya di kawasan pedesaan dapat mengambil hak secara lebih cepat dan mudah.
Baca juga: Zulhas pastikan penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih
"Kami lagi simulasi dan mencoba regulasinya," kata dia, menjawab pertanyaan pewarta selepas menghadiri acara HUT ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di Jakarta, Jumat.
Saifullah menjelaskan bahwa sementara ini ada dua opsi skema yang sedang didalami pemerintah, yakni bank-bank Himbara membuka gerai agen perbankan di KDMP atau penyaluran ditransfer langsung ke rekening KDMP.
Kemensos mengkonfirmasi untuk tahap awal, simulasi akan dilakukan di beberapa koperasi yang telah siap dengan menerapkan opsi agen perbankan Himbara, seperti layanan BRILink atau Agen BNI di lokasi koperasi setempat.
Ketika ditanya apakah penyaluran bansos PKH sudah bisa dilaksanakan untuk periode triwulan ke-3 (Juli, Agustus, September), Mensos belum bisa memastikan, karena pemerintah saat ini masih mematangkan skema dan teknis penyaluran, sehingga pada periode ini penyaluran bansos masih secara transfer dari Himbara ke rekening KPM dan jasa PT Pos Indonesia.
Saifullah menegaskan bahwa terlepas dari itu masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah akan mempertimbangkan sebesar-besarnya manfaat bagi KPM sesuai langkah kebijakan yang ditetapkan dalam grandesain perlindungan sosial yang akuntabel berbasis digital.
Baca juga: Kemensos simulasikan penyaluran bansos lewat Koperasi Merah Putih
Baca juga: Mensos: Pemerintah siapkan skema penyaluran bansos lewat KDMP
Ia mencontohkan bahwa pengurus KDMP tidak diberikan kewenangan untuk menentukan atau memverifikasi data penerima bansos karena sistem verifikasi berjalan otomatis sebagaimana sebelumnya yang bisa dipantau melalui aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial.
"Intinya, kalau sudah ada koperasi desa yang sudah jalan kita akan mulai simulasi. Untuk sekarang bansos sudah salur, mulai 20 Juli lalu. Ya berjalan kan insya Allah satu bulan selesai lah, mudah-mudahan untuk 18 juta KPM lebih ya," kata dia
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































