Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebijakan efisiensi anggaran yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto dengan melakukan berbagai penyesuaian di internal guna mendukung program prioritas pemerintah.
“Pastinya di internal akan banyak penyesuaian dan itu harus dilakukan demi mendukung program prioritas Bapak Presiden," ujar Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Industri dan Prestasi Olahraga Ardima Rama Putra dikutip dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Adapun hal-hal yang bersangkutan dengan eksternal pemerintahan, terutama yang berhubungan dengan olahraga, kata Ardima, akan langsung disampaikan oleh Menpora secara langsung setelah meminta arahan dari Presiden RI.
Ardima juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendukung pengembangan olahraga di Indonesia. Ia menyebut bahwa keberhasilan olahraga nasional akan bergantung pada kebijakan Presiden, termasuk fokus pada cabang olahraga tertentu yang berpotensi meraih medali Olimpiade.
Baca juga: Menpora tegaskan target prestasi olahraga di Asian Games dan Olimpiade
“Dalam pemerintahan sebelumnya telah dilahirkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menjadi peta jalan keolahragaan di Indonesia," kata Ardima.
"Di dalam DBON, tujuan akhirnya adalah prestasi Indonesia di Olimpiade. Maka itu, mungkin ke depannya negara akan benar-benar fokus pada cabang-cabang olahraga yang berpotensi memberikan medali Olimpiade,” lanjutnya.
Saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk SEA Games 2025 di Bangkok pada Desember. Setelah itu, perhatian pemerintah akan beralih ke Asian Games 2026 di Nagoya, yang juga menjadi ajang kualifikasi Olimpiade untuk sejumlah cabang olahraga.
“Semua kebijakan akhir akan langsung disampaikan Mas Menteri sesegera mungkin karena cabang olahraga harus melakukan pelatnas jangka panjang dan berkelanjutan bila ingin meraih prestasi optimal,” tambah Ardima.
Baca juga: Menpora dukung investasi nutrisi olahraga berbasis teknologi sel
Baca juga: Staf Ahli KONI sebut Permenpora 14 masih perlu ditinjau ulang
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025