Kemenpar sebut milenial dan gen Z dorong munculnya wisata tematik

2 days ago 17

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyebut wisatawan yang lahir sebagai generasi milenial dan gen Z mendorong munculnya tren baru dalam pariwisata seperti wisata tematik.

Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya mengatakan bahwa perkembangan pariwisata global menunjukkan pergeseran menuju pengalaman autentik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

"Generasi milenial dan Gen Z sebagai wisatawan digital-native mendorong munculnya tren baru seperti pariwisata berbasis lingkungan, wisata kebugaran, wisata olahraga dan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE)," kata Nia kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Nia menilai pertumbuhan wisata tematik kian masif dengan adanya kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR) sebagai penggerak utama dalam menciptakan perjalanan yang personal, efisien, dan imersif, sekaligus menempatkan wisatawan sebagai pusat ekosistem digital pariwisata.

Baca juga: Kemenpar soroti wisata olahraga percepat pertumbuhan pariwisata

Wisatawan mancanegara atau nusantara dikatakannya memiliki preferensi terhadap jenis wisata yang serupa, namun dengan urutan prioritas yang berbeda.

Enam tren wisata yang unggul di kedua segmen adalah imersif budaya, pariwisata berbasis ramah lingkungan, pariwisata alam dan petualangan, wisata kuliner dan gastronomi, wisata kebugaran dan rekreasi.

"Perbedaan utama terletak pada motivasi dan intensitas minat terhadap masing-masing jenis wisata. Kedua segmen ini dipertemukan dengan fokus perjalanan yang lebih bermakna dan otentik," ujar Nia.

Menurut Nia, wisatawan mancanegara cenderung menempatkan budaya imersif, pariwisata ramah lingkungan dan wisata alam-petualangan sebagai prioritas utama. Hal ini mencerminkan pencarian makna, koneksi lintas budaya, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Baca juga: Kemenpar perkuat event daerah untuk tarik minat wisatawan

Sedangkan wisatawan nusantara mengutamakan wisata kuliner dan gastronomi, serta imersif budaya yang menunjukkan orientasi pada relaksasi, eksplorasi rasa, dan kenyamanan di dalam negeri sendiri. Keduanya memiliki orientasi pada eksplorasi dan merasakan pengalaman secara langsung.

Kemudian pada wisata olahraga, Nia menilai segmen pariwisata itu memiliki pertumbuhan tercepat di dunia. Mengutip data UN Tourism (UNWTO), dia menyebut sektor wisata olahraga menyumbang 10 persen dari total pengeluaran wisatawan global dan akan tumbuh mencapai 17,5 persen per tahun 2030.

"Pertumbuhan ini didorong oleh kecenderungan wisatawan yang mencari pengalaman berkesan dan menyehatkan, bukan hanya sebagai hiburan," kata Nia.

Baca juga: 11 event unggulan dari Jawa Timur masuk dalam KEN 2026

Baca juga: Wamenpar sebut transformasi KBLI sempurnakan sistem izin berusaha

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |