Kemenkop gandeng perusahaan China bangun fasilitas perikanan koperasi

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC) bersama beberapa perusahaan dari China untuk pembangunan fasilitas perikanan berbasis koperasi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan ekonomi antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping tahun lalu.

"Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, di dalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan," kata Ferry dalam keterangan persnya.

MoU, yang ditandatangani di Jakarta, Kamis, tersebut mencakup pembangunan beberapa fasilitas seperti pabrik es, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini terutama yang akan dikelola oleh koperasi desa/kelurahan (kopdes) merah putih.

Ferry menegaskan Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, tetapi masih menghadapi kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir.

"Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia," katanya.

Menkop juga berharap agar kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan kawasan perikanan berbasis koperasi yang modern dan terintegrasi.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari SCO-ETEC, kopdes merah putih diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

Ketua SCO-ETEC Yang Zijun menyatakan pihaknya siap mendukung penguatan ekosistem industri perikanan Indonesia.

Ia juga mengapresiasi program koperasi desa/kelurahan merah putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Kebijakan yang sangat merakyat ini membuat kami penuh dengan kepercayaan terhadap masa depan Indonesia," ujarnya.

Zijun menambahkan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus memperkuat sinergi ekonomi yang telah terjalin.

"Kami siap memahami lebih dalam mengenai iklim investasi dan kebutuhan pasar di Indonesia serta berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia mengenai peluang kerja sama di bidang perikanan, kawasan industri, pertanian dan logistik," ucapnya.

Baca juga: Menko Pangan targetkan 20-30 ribu Kopdes Merah Putih selesai Juni 2026

Baca juga: Menkop tekankan pentingnya Kopdes Merah Putih bagi eksistensi koperasi

Baca juga: Menteri Trenggono: Pengelolaan KNMP dijalankan Kopdes Merah Putih

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |