Kemenkes prioritaskan vaksin bagi nakes di 14 daerah campak tinggi

3 weeks ago 8
Kemudian juga ditambah dengan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang internship di seluruh Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya memprioritaskan vaksinasi campak bagi 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan (nakes) di 14 daerah dengan kasus campak tertinggi, sebagai upaya melindungi orang dewasa yang rentan kena campak.

"Kemudian juga ditambah dengan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang internship di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia di Jakarta, Rabu.

Dia menyebutkan vaksin campak diwajibkan pada anak-anak dengan mekanisme tiga kali pemberian, yakni saat berusia 9 bulan, 18 bulan, dan booster saat berumur kelas 1 SD.

Namun dengan adanya KLB, pihaknya melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) pada daerah-daerah yang tinggi kasusnya atau yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Kemenkes keluarkan SE kewaspadaan campak guna lindungi nakes-named

"Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi dalam hal ini para nakes, yang terutama yang bekerja langsung dengan pasien ini mengalami risiko tinggi terkait dengan penularan ini," kata Lucia Rizka.

Oleh karena itu ia mengapresiasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah memberikan izin untuk perluasan indikasi vaksin campak Bio Farma bagi orang dewasa. Sebagai tindak lanjut pihaknya akan segera melakukan vaksinasi tersebut.

"Saat ini ketersediaan vaksin MR yang digunakan untuk program pemerintah itu jumlahnya sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia. Tingkat ketersediaannya kalau diukur adalah sekitar 5,5 bulan," ujarnya.

Baca juga: BPOM perluas akses vaksin campak bagi dewasa guna lindungi nakes

Pihaknya memantau ketersediaan serta kualitas vaksin di tingkat provinsi hingga puskesmas secara real-time melalui Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik (SMILE).

Kemudian Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan vaksinasi tersebut, terutama bagi nakes.

Dalam kesempatan itu dia mengingatkan apabila anak-anak mendapatkan vaksin campak sejak awal, seharusnya mereka mendapatkan perlindungan yang memadai seumur hidup. Namun demikian ada saja yang terlewat vaksinasinya.

Oleh karena itu dia pun mengimbau para orang tua dan wali untuk segera melengkapi status imunisasi anak-anaknya, dan tidak menunggu anak jatuh sakit dulu.

Baca juga: Kemenkes: imunisasi campak nakes segera setelah studi efikasi BPOM

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |