Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memperkuat kesiapan angkutan Lebaran 2026 moda laut di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Makassar.
“Uji petik ini kami lakukan untuk memastikan seluruh kapal penumpang yang beroperasi pada masa angkutan Lebaran benar-benar memenuhi persyaratan kelaiklautan. Keselamatan adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar," kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Samsuddin menuturkan dirinya memimpin langsung kegiatan itu bersama tim Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama periode angkutan Lebaran.
Ia menegaskan kegiatan itu merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut selama lonjakan penumpang pada periode arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah. Uji petik dilakukan pada 18-20 Februari.
Sebanyak empat kapal penumpang dilakukan uji petik kelaiklautan, yaitu KM Dobonsolo, KM Ciremai dan KM Dorolonda milik PT Pelni (Persero) serta KM Mutiara Ferindo I milik PT Atosim Lampung Pelayaran.
Uji petik dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek teknis dan administratif kapal, meliputi pemeriksaan dokumen kapal, sertifikat keselamatan, sistem navigasi dan komunikasi, alat-alat keselamatan, alat pemadam kebakaran, kondisi mesin dan kelistrikan, hingga kesiapan awak kapal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menambahkan Ditjen Perhubungan Laut tidak akan memberikan toleransi terhadap kapal yang belum memenuhi standar keselamatan yang sejalan dengan prinsip Zero Compromise for Safety.
“Secara umum keempat kapal dalam kondisi laiklaut. Namun kami merekomendasikan agar seluruh temuan hasil pemeriksaan dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi paling lambat sebelum tanggal 1 Maret 2026,” ujar Samsuddin.
Selain pemeriksaan fisik kapal, tim juga melakukan pengecekan terhadap prosedur tanggap darurat, familiarisasi awak kapal terhadap peralatan keselamatan, serta kapasitas angkut penumpang agar sesuai dengan manifes dan tidak melebihi batas yang ditetapkan.
Ia menambahkan kegiatan itu juga merupakan bagian dari rangkaian persiapan nasional angkutan Lebaran moda laut, yang mencakup pengawasan terpadu di pelabuhan-pelabuhan utama, peningkatan koordinasi dengan operator kapal, serta optimalisasi fungsi Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk secara proaktif melakukan pemeriksaan internal dan memastikan standar keselamatan dipenuhi," kata Samsuddin.
Baca juga: Kemenhub siagakan personel-alat berat jalur KA daerah rawan bencana
Baca juga: Kemenhub-InJourney Airports sinergi pengelolaan BMN kebandarudaraan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































