Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mendorong daerah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta pada Rabu menegaskan, pembangunan kependudukan tidak cukup hanya mengandalkan program keluarga berencana, tetapi harus dimulai dari pemerataan akses pendidikan dan pelibatan generasi muda dalam penyusunan kebijakan.
"Melalui PJPK, pemerintah mendorong pemerintah daerah berinovasi memperluas akses pendidikan, di antaranya lewat beasiswa dan kemitraan dengan perguruan tinggi, serta mengintegrasikan program pembinaan remaja seperti Sekolah Siaga Kependudukan, Generasi Berencana (Genre), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas," katanya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah tidak hanya fokus pada peningkatan angka partisipasi sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi untuk memperluas akses pendidikan dan melibatkan generasi muda dalam perumusan kebijakan kependudukan. Upaya tersebut menjadi bagian dari implementasi PJPK yang disusun secara lintas sektor untuk menjawab tantangan pembangunan manusia di setiap daerah.
"Pemerintah sudah menjalankan Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga kurang mampu dan Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi sebagai strategi memperluas akses pendidikan. PJPK menetapkan indikator seperti rata-rata lama sekolah dan partisipasi pendidikan tinggi, dengan mendorong pemerintah daerah menghadirkan inovasi melalui beasiswa dan kemitraan dengan perguruan tinggi." paparnya.
Baca juga: Kemendukbangga ungkap tren usia menikah semakin matang
Isyana juga mengemukakan, Kemendukbangga/BKKBN telah mengembangkan pendekatan seluruh siklus kehidupan dalam pembangunan kependudukan, mulai dari perencanaan keluarga sebelum menikah hingga pemberdayaan lansia.
"Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga aktif melibatkan generasi muda melalui Sekolah Siaga Kependudukan, Genre, dan PIK-R agar remaja memahami isu kependudukan, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta mampu merencanakan masa depan secara lebih matang," ucap Isyana.
Seluruh program tersebut, menurutnya, diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan perkawinan anak dan stunting, serta menciptakan keterhubungan (link and match) antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga: Kemendukbangga: Mayoritas generasi muda ingin menikah dan miliki anak
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































