Kelurahan Paseban kembangkan pengolahan sampah bernilai ekonomi

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat mengembangkan pengolahan sampah plastik berbasis warga menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Lurah Paseban, Citra Arum Purdiarini mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan mendorong warga memanfaatkan limbah plastik menjadi berbagai produk, sekaligus membantu memasarkan hasil kerajinan agar dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

"Kami akan membuat platform untuk menampung produk kerajinan tangan dari daur ulang sampah untuk dipasarkan kepada masyarakat. Jadi, selain mengurangi sampah, bisa memberikan penghasilan tambahan," kata Citra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Citra mengatakan, sejumlah warga di wilayah Paseban telah mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan seperti tikar, taplak meja, tempat tisu, boneka hingga bunga plastik.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengurangi dan mengolah sampah dari sumbernya sehingga limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali.

Baca juga: Cempaka Putih Barat olah botol plastik jadi produk bernilai ekonomi

"Kami mendukung segala macam kerajinan yang menggunakan bahan dasar sampah karena ikut mengurangi dan mengolah sampah," ujarnya.

Ia mengatakan pihak kelurahan akan mendata warga yang memiliki keterampilan mengolah sampah dan membantu memasarkan produk yang dihasilkan.

Langkah tersebut, kata Citra, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.

Ia berharap semakin banyak warga Paseban yang terlibat dalam pengolahan sampah sehingga upaya pengurangan sampah dapat berjalan bersamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu warga RT 06/RW 08 Kelurahan Paseban, Fariyah (67) menjadi warga yang telah memanfaatkan sampah plastik kemasan kopi dan minuman sachet untuk membuat berbagai kerajinan.

Baca juga: Kelurahan Tanah Tinggi gencarkan sosialisasi pilah sampah ke warga

Fariyah mengatakan dirinya telah membuat kerajinan dari sampah plastik sejak beberapa tahun lalu untuk mengisi waktu luang di rumah. Adapun bahan baku diperoleh dari kemasan bekas yang dikumpulkan dari anaknya yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman.

"Sampah plastik bekas bungkus kopi dan minuman sachet dikumpulkan dari anak yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman," katanya.

Fariyah mengolah kemasan tersebut menjadi tikar, keranjang, tas, tempat tisu hingga sarung galon air mineral. Pembuatan tikar diawali dengan membersihkan kemasan bekas sebelum dianyam menjadi satu kesatuan. Proses menganyam satu tikar membutuhkan waktu sekitar satu hari.

Fariyah juga menyatakan siap mengajarkan keterampilan tersebut kepada ibu-ibu di lingkungan RT 06/RW 08 yang ingin memanfaatkan sampah plastik menjadi produk kerajinan.

"Semoga kerajinan tangan yang dibuat bisa bermanfaat dan memiliki nilai jual untuk menambah penghasilan keluarga," ujarnya.

Baca juga: Pramono tinjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |