Jakarta (ANTARA) - Seorang penghuni Apartemen Mediterania, Tower C, lantai 28, bernama Antonius mengaku sempat tertahan di dalam unitnya lantaran asap mengepul di lantai bawah saat kebakaran melanda apartemen tersebut.
Antonius beserta sejumlah penghuni lainnya terpaksa naik hingga ke lantai 35 untuk mencari udara bersih.
"Iya, sampai oleh Damkar (asap) harus divakum karena enggak bisa napas kami. Kami hanya bisa lakukan naik ke lantai 35. Enggak bisa turun ke bawah karena asap sudah sangat penuh, ya," kata Antonius kepada wartawan di lokasi, Kamis siang.
Antonius dan penghuni lainnya pun sempat berpikir menggunakan lift untuk evakuasi mandiri, namun lift juga sudah dipenuhi oleh kepulan asap.
"Kami berusaha untuk evakuasi mandiri melalui turun dari tangga darurat maupun lift barang. Ternyata, lift barang sendiri sudah dipenuhi sama asap gitu," kata Antonius.
Ia dan penghuni lainnya tak punya pilihan, kecuali menunggu penyelamatan dari petugas Damkar.
"Jadi, yang kami lakukan hanya menunggu sampai tim pemadam kebakaran menjemput. Kalau kami paksa untuk masuk ke lift barang, itu lift barang isinya asap gitu, kami pasti jatuh pingsan di sana," ungkap Antonius.
Baca juga: Kebakaran Apartemen Mediterania diduga akibat korsleting panel listrik
Meski demikian, dia menyebutkan sejumlah penghuni di lantai 28 mengalami sesak nafas akibat menghirup kepulan asap tersebut.
"Saya kira yang lebih parah pasti yang lantai 28 ke bawah, ya. Lantai 28 ke bawah itu pasti mungkin mereka mau ke atas udah asap, bawah juga asap gitu," papar Antonius.
Terkait kondisi tersebut, dia mempertanyakan sistem deteksi kebakaran di gedung apartemen itu.
"Yang kami bingung itu adalah gini, itu asap kebakaran kan sumbernya dari basement. Tapi, asap pekat itu sampai ke lantai 28, asapnya sangat hitam, seperti jaraknya cuma berapa meter gitu," ujar Antonius.
Dia juga mengatakan alarm kebakaran di lantai 28 tidak menyala kendati asap telah mengepul di lantai tersebut.
"Sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik, efektif, seperti simulasi kebakaran yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran Jakarta Barat. Nah, itu yang kami sesalkan, seperti itu," ungkap Antonius.
Baca juga: 110 personel padamkan kebakaran di Apartemen Mediterania Jakbar
Pada papan informasi Damkar, petugas terus memperbarui data penghuni yang telah dievakuasi dan penghuni yang masih terjebak di dalam gedung yang terbakar.
Para penghuni yang telah diselamatkan langsung menuju posko informasi untuk melaporkan kerabat atau kenalan mereka yang masih terjebak.
Hingga pukul 12.23 WIB, terdapat 87 orang yang sempat terjebak di dalam gedung yang terbakar itu, namun berhasil dievakuasi oleh petugas, sementara 20 orang lainnya masih berada dalam apartemen tersebut.
Sejumlah nama pada daftar penghuni yang sebelumnya terjebak itu pun dilingkari, yang menandakan mereka telah dievakuasi dengan selamat
Sebelumnya, petugas pemadam mengevakuasi penghuni Apartemen Mediterania, yang terjebak akibat kebakaran yang melanda salah satu gedung hunian tersebut, Kamis pagi.
Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 09.25 WIB, tangga evakuasi telah dipasang berjenjang dari lantai dasar menuju lantai enam gedung, dan satu per satu penghuni yang terjebak diturunkan.
Penghuni yang dievakuasi nampak diikatkan dengan tali agar tidak terjatuh saat menuruni tangga.
Baca juga: Kebakaran Apartemen Mediterania, penghuni lempar baju berisi tulisan
Baca juga: Apartemen Mediterania di Jakbar terbakar, korban terjebak dievakuasi
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































