Probolinggo (ANTARA) - "Kita ingin sekolah ini nanti bisa berkembang. Bisa sesuai dengan jargonnya, Cerdas Bersama, Tumbuh Setara. Bisa menyetarakan kemampuan dan levelnya dengan sekolah-sekolah unggulan yang lain," kata Susilowati mengenai harapannya terhadap Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo.
Susilowati merupakan seorang guru perempuan yang menjadi Kepala Sekolah SRT 7 Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Ia terpilih memimpin Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk mencetak murid berprestasi melalui sistem pendidikan terpadu berasrama.
Sekolah ini bukan sekadar institusi pendidikan biasa, melainkan bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang diseleksi secara ketat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi sehingga para lulusannya memiliki taraf hidup lebih baik.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo merupakan bagian dari 100 titik awal program nasional Sekolah Rakyat yang diluncurkan pada 14 Juli 2025.
Sekolah ini mengedepankan integrasi pembelajaran, digitalisasi, dan pembekalan keterampilan bagi siswa.
Sekolah tersebut menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu sistem terintegrasi.
(Ki-ka) Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital Farida Dewi Maharani, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo Madihah, Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yuliyanti, dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kota Probolinggo Susilowati menyaksikan paduan suara para siswa saat kunjungan jurnalistik Kementerian Komunikasi dan Digital di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Anita Permata DewiSusilowati memulai perjalanan karir pendidikannya dari sebuah ruang kelas di kabupaten.
Dedikasinya sebagai pengajar Bahasa Inggris telah lama teruji sebelum akhirnya nasib membawanya lolos seleksi untuk posisi puncak pimpinan di Sekolah Rakyat.
"Saya sebelumnya guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Satu Tongas, Kabupaten Probolinggo," ujar Susilowati.
Kehadiran Susilowati di SRT 7 Probolinggo memberikan semangat bagi para siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera, namun memiliki semangat mengubah nasib hidup.
Perjalanan menuju posisi kepala sekolah ini tidaklah mudah. Dari tiga rekan sejawat di sekolah asalnya yang ikut mendaftar, hanya Susilowati yang lolos.
Namun ia kembali harus bersaing dengan 15 kandidat terbaik lainnya dari wilayah Kabupaten Probolinggo.
Lewat tiga tahapan seleksi, mulai dari seleksi administratif, ujian tulis, hingga wawancara mendalam, ia membuktikan bahwa kompetensi perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Transformasi guru menjadi manajer sekolah
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































