Batam (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin menerima kunjungan Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru di Mapolda Kepri, Kota Batam, Jumat, untuk membahas berbagai isu terkait keamanan dan perlindungan investasi.
Dalam pertemuan itu, Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan peran dan tugas besar kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di provinsi ke-32 di Indonesia itu, mengingat Kepri berada di wilayah perbatasan dengan Singapura dan Malaysia, sehingga menuntut pengamanan ekstra.
"Kami memiliki tanggungjawab besar menjaga stabilitas keamanan. Kepri adalah daerah tujuan investor," kata Asep.
Jenderal polisi bintang dua itu menekankan tugas Polda Kepri yang selalu terbuka menerima laporan terkait gangguan keamanan, baik yang datang dari masyarakat maupun investor.
Dia menyebut, dalam menjaga keamanan investasi, Polda Kepri bertindak dengan pendekatan humanis melalui organisasi masyarakat (ormas), serikat pekerja hingga Bhabinkamtibmas terus dilakukan tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum.
"Jika situasi aman, iklim investasi akan tetap kondusif," ujarnya.
Perwira tinggi Polri itu menambahkan, jajarannya saat ini tengah fokus pada penegakan hukum dan pencegahan perdagangan orang, narkotika hingga penipuan lintas negara.
"Polri memiliki layanan darurat 110 yang siap diakses kapan saja, bila masyarakat menghadapi gangguan keamanan," ujarnya.
Senada dengan Kapolda, Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru mengatakan kondisi situasi keamanan di Kota Batam khususnya, dan Kepri umumnya semakin aman dan kondusif sehingga menarik bagi investor Jepang.
Dia menyebut saat ini terdapat 72 perusahaan jepang yang beroperasi di wilayah Kepri.
"Kami berharap perlindungan terhadap warga dan perusahaan Jepang tetap menjadi perhatian utama," ujar Toru.
Toru juga menyampaikan bahwa informasi terkait situasi keamanan di Kepri yang mereka dapatkan dari hasil pertemuan ini akan diteruskan ke Tokyo.
"Kami akan menyampaikan bahwa Kepri aman dan layak menjadi tujuan investasi maupun pariwisata," ujarnya.
Dalam pertemuan ini juga dibahas persoalan yang dihadapi salah satu perusahaan Jepang di Kepri yang mengalami kendala operasional.
Konsul Keamanan Konsulat Jepang Komada Takayasu menyampaikan permintaan dukungan dari polisi agar masalah hak karyawan dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial.
Menanggapi hal itu, Kaporlesta Barelang Kombes Pol. Zaena Arifin mengatakan bahwa seluruh perusahaan Jepang di Batam dapat berkoordinasi dengan jajaran
Polsek setempat.
"Setiap kecamatan terdapat perusahaan Jepang. Kami pastikan layanan cepat, termasuk melalui nomor darurat 110," kata Zaenal.
Selain itu, Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Kepri juga memastikan setiap kawasan industri telah memiliki pola pengamanan terpadu bekerja sama dengan kepolisian.
Beberapa perusahaan Jepang telah menjalin MoU langsung dengan Polda Kepri untuk menjamin kelancaran operasional.
Di akhir pertemuan tersebut, disepakati komitmen bersama memperkuat kerja sama keamanan, perlindungan warga, dan keberlangsungan investasi Jepang di Kepri.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.