KAI perkuat pemanfaatan aset guna tingkatkan pendapatan di luar tiket

18 hours ago 3

Subang, Jawa Barat (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berupaya meningkatkan pendapatan perusahaan dengan memanfaatkan aset yang ada, karena selama ini 96 persen pendapatan perusahaan masih ditopang dari penjualan tiket.

"Selama ini KAI itu 96 persen pendapatannya dari operasinya kereta, hanya 4 persen yang kita sebut itu dengan 'non-fair box' (pendapatan diluar tiket)," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin saat berdiskusi dengan awak media dalam perjalanan menggunakan Kereta Wisata dari Yogyakarta ke Jakarta, Rabu.

Menurut dia, operator kereta di sejumlah negara pendapatan dari selain tiket itu sudah cukup mendominasi seperti di Jepang, MRT Hongkong, dan lain sebagainya lebih memaksimalkan pendapatan non-fair box.

Untuk itu, kata Bobby pihaknya akan memaksimalkan aset yang dimiliki agar dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Baca juga: Penggunaan angkutan barang berbasis kereta tekan potensi ODOL

Apalagi lanjut Bobby Presiden Prabowo Subianto sudah meminta agar "return on asset" harus di angka 6 persen, sedangkan KAI selama ini hanya berkisar 2 sampai 2,1 persen.

"Pada saat ini baru 2,1 persen. Bagaimana aset-aset yang 'underleverage' ini kita mulai berdayakan. Kalau sekarang hanya ada satu bisnis model yang saya sebut 'fair box'," ujarnya.

Bobby menjelaskan untuk pendapatan "fair box" yaitu perusahaan hanya mengandalkan dari satu bisnis model utama yakni menjual tiket kepada para pelanggan yang akan beraktivitas dari satu kota ke kota lain.

Baca juga: BI: Bali butuh konektivitas kereta api perkuat diversifikasi investasi

Ia mengatakan bahwa KAI saat ini sedang berinovasi supaya bisnis model tidak hanya satu, sehingga ada beberapa bisnis model yang akan dilakukan untuk meningkatkan pendapatan KAI.

Bobby menambahkan, KAI saat ini sedang memaksimalkan empat pijakan utama dalam meningkatkan pendapatan perusahaan pertama dengan memperkuat operasi, kedua pemanfaatan aset, ketiga ridership, dan keempat memperkuat industrialisasi kereta.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |