Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menegaskan juru sembelih halal (Juleha) memiliki peran penting dalam memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam serta memenuhi standar higienitas.
“Juleha perlu memahami tata cara penyembelihan halal sekaligus memiliki keterampilan teknis agar proses berlangsung cepat, tepat, dan meminimalkan rasa sakit pada hewan,” ujar VP Corporate Secretary LPPOM Raafqi Ranasasmita di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan peran Juleha tidak hanya terbatas pada proses penyembelihan, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai penanganan hewan sebelum disembelih.
Menurutnya, momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa pelaksanaan kurban tidak hanya berfokus pada terpenuhinya syariat, tetapi juga perlu memperhatikan aspek higienitas, keamanan pangan, kesejahteraan hewan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Langkah tersebut dinilai krusial agar seluruh proses kurban dilakukan secara profesional guna menghasilkan produk pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Ia menjelaskan pelaksanaan kurban yang baik harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan hewan, proses penyembelihan, penanganan daging, hingga pengelolaan limbah.
“Seluruh tahapan tersebut penting untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan kehalalan daging kurban,” katanya.
Dalam proses pengulitan, pemotongan, hingga distribusi daging, Raafqi menekankan pentingnya penerapan prinsip higienis guna mencegah kontaminasi silang.
Ia juga menyoroti tingginya penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban. Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai perlu mulai dibiasakan dalam distribusi daging kurban.
Kemasan alami seperti daun atau besek bambu dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus aman untuk pangan.
Penggunaan besek bambu, daun pisang, daun jati, maupun wadah guna ulang dinilai tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta penggunaan kemasan tradisional yang lebih berkelanjutan.
Selain aspek halal dan higienitas, pengelolaan limbah hasil penyembelihan juga perlu diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan maupun saluran air.
“Pelaksanaan kurban yang halal dan higienis harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, kolaborasi antara panitia kurban, juru sembelih, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pelaksanaan kurban yang tertib, aman, sehat, dan ramah lingkungan,” kata dia.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































