Karawang (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada Jumat, mengoperasikan 22 gardu di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama) untuk melayani arus kendaraan menuju arah Jakarta menyusul diterapkannya one way di ruas Tol Trans Jawa.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Jumat, mengatakan JTT mengoptimalkan pelayanan di GT Cikampek Utama untuk mendukung rekayasa lalu lintas one way lokal bertahap di ruas Tol Trans Jawa, guna mengurai kepadatan pada arus balik lebaran.
Rekayasa lalu lintas one way lokal sebelumnya diberlakukan secara bertahap, mulai dari KM 132 Ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada pukul 08.47 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 10.23 WIB, rekayasa lalu lintas one way lokal presisi diperluas dari KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
Ia mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional sesuai diskresi kepolisian dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Sebagai bentuk optimalisasi pelayanan, GT Cikampek Utama sebagai barrier terakhir yang menerima kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa saat ini mengoperasikan sebanyak 22 gardu untuk melayani arus kendaraan menuju arah Jakarta.
JTT juga akan terus melakukan penyesuaian pengoperasian gardu secara situasional, termasuk peningkatan kapasitas hingga 26 gardu guna mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas.
Menurut dia, JTT telah mengoptimalkan seluruh sumber daya operasional guna mendukung kelancaran pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut.
"JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan terkendali," katanya.
Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas pada periode arus balik lebaran, pihaknya juga memastikan layanan di lapangan tetap optimal. Sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman.
JTT memastikan kesiapan operasional melalui optimalisasi petugas di lapangan, pengoperasian gardu tol secara maksimal, serta penambahan dukungan layanan transaksi untuk mempercepat pelayanan di gerbang tol.
Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian informasi.
Sejalan dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut, JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk dapat mengantisipasi rute perjalanan sejak dini, memastikan kondisi kendaraan maupun pengemudi dalam keadaan prima, serta mempersiapkan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
Pengguna jalan juga diharapkan senantiasa mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































