Vancouver, Kanada (ANTARA) - Kapten Tim Nasional Belgia Kevin De Bruyne meminta rekan-rekannya untuk tidak cepat berpuas diri setelah memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Selandia Baru pada laga terakhir Grup G di BC Place, Vancouver, Jumat (26/6) waktu setempat.
Menurut De Bruyne, kemenangan atas Selandia Baru menjadi modal penting bagi Belgia, namun tantangan yang sesungguhnya baru akan dimulai ketika memasuki fase gugur yang mempertemukan tim-tim terbaik.
"Kami bermain dengan solid, menciptakan banyak peluang, dan mencetak banyak gol. Sekarang turnamen yang sebenarnya baru dimulai," kata De Bruyne seusai pertandingan.
Gelandang berusia 35 tahun itu mengatakan Belgia sempat berada dalam tekanan setelah dua pertandingan pertama yang belum sesuai harapan. Karena itu, ia menilai kemenangan pada laga terakhir fase grup menjadi momentum bagi tim untuk kembali menemukan performa terbaik.
Meski demikian, pemain yang telah memperkuat Belgia selama 16 tahun tersebut mengingatkan bahwa seluruh pemain harus tetap fokus karena setiap pertandingan di fase gugur akan menjadi laga hidup mati.
"Mulai sekarang semuanya all or nothing. Kami harus beristirahat dengan baik, mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu siap menghadapi pertandingan berikutnya," ujarnya.
Baca juga: Belgia pastikan tempat di 32 besar usai hancurkan Selandia Baru 5-1
De Bruyne juga menyinggung tingginya ekspektasi publik terhadap dirinya sepanjang membela Belgia. Ia mengakui tidak lagi berada pada level yang sama seperti delapan atau sembilan tahun lalu, namun bangga masih mampu bersaing di level tertinggi berkat kerja keras yang dilakukannya.
"Saya bukan lagi Kevin seperti delapan atau sembilan tahun lalu. Itu hal yang normal. Tetapi saya bangga dengan semua kerja keras yang saya lakukan agar tetap bisa berada di level ini," katanya.
Ia menambahkan, selama membela Belgia dirinya selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik bagi tim nasional. Menurut De Bruyne, perjalanan panjang bersama Belgia dipenuhi berbagai momen emosional, baik ketika meraih kemenangan maupun menghadapi kegagalan.
"Selama 16 tahun membela Belgia, saya selalu memberikan segalanya untuk tim dan negara," ujar De Bruyne.
Berstatus sebagai juara Grup G , Belgia kini mengalihkan fokus ke babak 32 besar yang akan berlangsung di Seattle pada 1 Juli mendatang. Bagi De Bruyne, fase gugur itulah yang menjadi ujian sesungguhnya bagi Belgia untuk membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Rudi Garcia puji pemain senior usai Belgia tekuk Selandia Baru 5-1
Baca juga: Gerimis tak surutkan semangat suporter Belgia dan Selandia Baru
Pewarta: Arif Prada
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































