Jerman kecam wacana intervensi militer AS terhadap Kuba

6 hours ago 2
tidak berarti berhak untuk melakukan intervensi militer terhadap negara lain hanya karena sistem politiknya berbeda

Berlin (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengecam kemungkinan operasi militer oleh Amerika Serikat terhadap Kuba karena tidak ada dasar yang jelas untuk intervensi.

"Tidak ada alasan yang jelas untuk menginvasi Kuba. Terlepas dari berbagai masalah politik dalam negeri yang dihadapi negara-negara di bawah rezim komunis, Kuba tidak menimbulkan ancaman nyata bagi negara lain di luar wilayahnya," kata Merz dalam konferensi pers di Hanover.

Dia pun menegaskan bahwa perbedaan pandangan terkait sistem politik tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan intervensi militer terhadap suatu negara.

"Memiliki kemampuan dalam pertahanan tidak berarti berhak untuk melakukan intervensi militer terhadap negara lain hanya karena sistem politiknya berbeda," tegasnya.

Baca juga: Kuba siap dialog dengan AS, tolak tuntutan perubahan sistem politik

Meski demikian, Merz ragu Amerika akan benar-benar akan mengambil langkah tersebut.

"Saya menilai saat ini Amerika Serikat juga tidak memiliki alasan untuk melancarkan operasi semacam itu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya mungkin akan melakukan intervensi militer terhadap Kuba setelah menyelesaikan isu dengan Iran.

Sementara itu, Pentagon menyatakan juga sedang menyiapkan sejumlah langkah dan siap melaksanakan perintah presiden AS terkait kemungkinan operasi tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Presiden Kuba tegaskan tak akan mundur di tengah tekanan AS

Baca juga: Komisi Eropa tambah bantuan kemanusiaan 2 juta euro untuk Kuba

Baca juga: Spanyol, Meksiko, Brazil desak AS berdialog dengan Kuba

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |