Jakarta (ANTARA) - Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkuat sinergi dengan Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (Apitu) dengan membuka kembali program ikatan kerja untuk 100 mahasiswa hingga membangun laboratorium peraga pendingin.
Rektor ITPLN Prof Iwa Garniwa Mulyana dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan sinergi dengan Apitu menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kemitraan dengan dunia industri di luar PLN Grup yang menjadi salah satu kunci dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
"ITPLN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor industri. Kerja sama bersama Apitu diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dan lulusan, sekaligus memperluas peluang karier lulusan di industri pendingin dan tata udara," katanya.
Iwa menjelaskan salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah program ikatan kerja bagi 100 mahasiswa Diploma III ITPLN, yang dibuat dalam upaya memberikan kepastian jalur karier, sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri pendingin nasional.
Baca juga: Tenaga Ahli Menteri ESDM: Peralihan ke EBT jadi keharusan strategis
Selain itu, lanjut dia, ITPLN dan Apitu sepakat menjalin kerja sama dalam program peningkatan kompetensi atau upskilling bagi kelas karyawan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa, serta pengembangan riset di bidang pendingin industri.
"Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung perkembangan teknologi pendingin yang lebih efisien dan ramah lingkungan," ujarnya.
Iwa menjelaskan ITPLN dan Apitu juga membuka peluang penyelenggaraan kelas khusus bagi calon mahasiswa program Magister (S2) serta Program Sarjana Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI), yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia profesional yang memiliki keahlian di bidang pendingin dan tata udara.
Baca juga: ITPLN siapkan 150 kursi ikatan kerja di PLN untuk mahasiswa baru
Dalam pengembangan sarana pembelajaran, kedua belah pihak merencanakan pembangunan laboratorium peraga sistem pendingin atau cooler di lingkungan ITPLN, yang diharapkan menjadi fasilitas praktik yang mendekatkan mahasiswa dengan teknologi yang digunakan di dunia industri.
Sementara Ketua Umum Apitu Agus Susilo mengatakan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi langkah penting dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar industri.
"Kami siap mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa ITPLN melalui program sertifikasi, magang, hingga penguatan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi di sektor pendingin dan tata udara," ucap Agus Susilo.
Baca juga: Dirut PLN dorong ITPLN sebagai kampus transisi energi kelas dunia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































