PBB (ANTARA) - Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dany Danon mengatakan Tel Aviv tak mengesampingkan kemungkinan untuk mengirimkan angkatan lautnya dalam mendukung upaya Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz.
Danon berharap negara lain juga melakukan hal serupa di mana upaya itu diperlukan di tengah operasi militer pihaknya bersama.Amerika terhadap Iran.
"Saya tidak mengesampingkan apa pun. Saya mengatakan kami (Israel) memahami perlunya mendukung upaya Amerika dan itu harus menjadi upaya global," kata Danon kepada wartawan, Senin, menjawab pertanyaan tentang kemungkinan pengiriman angkatan laut Israel untuk mendukung AS.
Danon menekankan bahwa penghentian navigasi di Selat Hormuz bukan hanya menjadi masalah bagi Israel dan AS.
"Saya berharap negara-negara lain menyadari bahwa mereka tidak dapat bersembunyi," katanya.
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.
Eskalasi konflik di sekitar Iran telah menyebabkan terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, hingga berpengaruh terhadap ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain untuk ikut mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan, dalam pidato pertamanya pada Kamis (12/3), bahwa Selat Hormuz harus tetap tertutup sebagai alat penekan dalam konflik dengan Amerika dan Israel.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Uni Eropa harus dukung sektor energi di tengah konflik Timur Tengah
Baca juga: Perusahaan minyak ingatkan AS akan dampak krisis Selat Hormuz
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































