Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah akan menanggapi setiap potensi serangan terhadap negara itu meskipun sudah ada pengumuman gencatan senjata oleh Teheran dan Washington.
"Para pelindung bangsa Iran yang tanpa pamrih kini telah melaksanakan perintah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Kami tidak percaya pada janji. Kami akan menanggapi setiap agresi, bahkan di tingkat yang lebih tinggi," menurut pernyataan tersebut.
IRGC menambahkan bahwa Teheran akan selalu waspada dan siap sedia membalas jika diserang.
Baca juga: IRGC klaim serang kapal kontainer Israel dan kapal serbu amfibi AS
IRGC juga telah melancarkan gelombang ke-100 Operasi True Promise 4 semalam, dengan lebih dari 25 sasaran strategis telah diserang, termasuk 13 fasilitas energi di seluruh Timur Tengah.
Fasilitas-fasilitas tersebut termasuk pabrik petrokimia milik perusahaan Amerika Serikat ExxonMobil dan Dow Chemical di Arab Saudi, fasilitas minyak perusahaan AS di pelabuhan minyak utama Saudi di Yanbu, serta fasilitas milik ExxonMobil di Qatar.
Mereka juga menyerang fasilitas perusahaan Bapco Bahrain, kilang minyak milik AS di Uni Emirat Arab (UEA), fasilitas minyak di Pelabuhan Fujairah UEA, kilang Al-Ahmadi di Kuwait, fasilitas Dolphin Gas Company di Qatar, "pulau minyak" Zirku di UEA, serta beberapa sasaran lainnya, kata IRGC.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kepala intelijen IRGC tewas dalam serangan AS dan Israel
Baca juga: Iran tegaskan Selat Hormuz tidak akan kembali seperti kondisi semula
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































