Istanbul (ANTARA) - Iran telah menangguhkan pembicaraan tidak langsung dan pertukaran teks dengan AS melalui mediator sebagai protes atas serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, Senin.
Menurut Tasnim, keputusan itu diambil sebagai tanggapan atas apa yang digambarkan sebagai pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon, yang dianggap Iran sebagai salah satu syarat yang mendasari pengaturan gencatan senjata yang lebih luas di kawasan tersebut.
Tasnim mengatakan tim negosiasi Iran akan menghentikan "pembicaraan dan pertukaran teks melalui mediator" sampai tuntutan mereka mengenai Gaza dan Lebanon dipenuhi.
Laporan itu mengatakan para pejabat dan negosiator Iran telah menekankan perlunya penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah yang diduduki di Lebanon.
"Selama posisi Iran dan front perlawanan mengenai masalah ini tidak ditangani, tidak akan ada pembicaraan," kata Tasnim.
Kantor berita itu juga melaporkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok sekutu yang disebut poros perlawanan telah memutuskan untuk mempersiapkan tanggapan terhadap serangan Israel dan mempertimbangkan untuk membuka front tambahan.
Menurut laporan tersebut, langkah-langkah yang sedang dipertimbangkan termasuk penutupan total Selat Hormuz dan pengaktifan front-front lain, termasuk Selat Bab al-Mandab, sebagai cara untuk menekan Israel dan para pendukungnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran peringatkan AS-Israel konsekuensi langgar gencatan senjata
Baca juga: Iran sebut tak ragu bantu Lebanon lawan agresi ilegal Israel
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.














































