Istanbul (ANTARA) - Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat, mengatakan masa kesepakatan sepihak telah berakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
"Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah memperingatkan Anda, tepati janji Anda atau tanggung akibatnya. Kenyataan sudah di depan mata," tulis Ghalibaf di platform X, Minggu dini hari waktu setempat.
Unggahan Ghalibaf itu juga menyertakan gambar berisi kutipan Pasal 5 di "Memorandum of Understanding Islamabad", yang merupakan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran yang diteken pada 18 Juni lalu.
Baca juga: Di hadapan Muzani, Ghalibaf tekankan Iran siapkan pertahanan total
Pasal lima MOU Islamabad tersebut mengatur tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan sorotan pada frasa "Republik Islam Iran akan membuat pengaturan".
Pernyataan Ghalibaf itu disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan dan instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk, sementara AS melancarkan babak ketiga serangan dengan mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan yang mereka lakukan tersebut untuk membalas Iran karena telah menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Ghalibaf: Iran siaga tempur di tengah negosiasi dengan AS
Baca juga: Ghalibaf sebut 14 usulan Iran jadi solusi mutlak di Timur Tengah
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































