Iran, AS, Pakistan, Qatar siapkan fase baru negosiasi tingkat tinggi

6 days ago 10

Moskow (ANTARA) - Iran, Amerika Serikat, Pakistan, dan Qatar telah menyelesaikan persiapan untuk tahap berikutnya dalam perundingan tingkat tinggi antara para pihak, menurut laporan Press TV pada Selasa.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan perundingan mendatang akan berlangsung di bawah pengawasan sebuah komite tingkat tinggi.

"Berdasarkan kesepahaman yang telah dicapai, perundingan mendatang akan berlangsung di bawah pengawasan komite tingkat tinggi dengan partisipasi Ketua Majelis Syura Islam Iran, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Wakil Presiden Amerika Serikat, serta perdana menteri Pakistan dan Qatar," kata Gharibabadi seperti dikutip Press TV.

Ia juga mengumumkan pembentukan empat kelompok kerja khusus untuk mendukung proses perundingan.

Keempat kelompok kerja tersebut mencakup Kelompok Kerja Penghentian Sanksi, Kelompok Kerja Nuklir, Kelompok Kerja Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Kelompok Kerja Pemantauan dan Implementasi.

Sebelumnya, pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh yang mengatur penghentian konflik militer yang mulai berlangsung sejak 28 Februari.

Dokumen tersebut juga menetapkan jadwal pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta pemulihan pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran.

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan dan Qatar itu berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Pakistan: Hubungan AS-Iran alami kemajuan "besar"

Baca juga: AS dan Iran sepakat dirikan komite pengawas implementasi MoU

Baca juga: China dukung kelanjutan dialog Iran-AS yang dimediasi Pakistan, Qatar

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |