Jakarta (ANTARA) - Industri pertahanan (inhan) dalam negeri Republikorp menyatakan optimistis kerja sama pengembangan rudal udara ke udara atau air to air antara pihaknya dengan inhan India akan berjalan maksimal.
Hal tersebut dapat dipastikan lantaran kerja sama itu akan menguntungkan kedua negara, terutama Indonesia.
Pendiri Republikorp Group Holding Norman Joesoef dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu menjelaskan perjanjian itu menguntungkan Indonesia dari berbagai sisi, salah satunya penguatan kekuatan tempur TNI.
"Perjanjian ini menetapkan landasan bagi pengembangan bersama sistem rudal udara ke udara untuk mendukung armada pesawat tempur generasi saat ini maupun generasi masa depan Indonesia," kata Norman.
Selain dari sisi penguatan alutsista TNI, kerja sama tersebut juga akan berdampak pada peningkatan kualitas inhan dalam negeri.
Dengan adanya kerja sama itu, inhan dalam negeri akan berkesempatan mengembangkan kapasitas industri sehingga mampu melahirkan produk berkualitas di pasar nasional maupun internasional.
"Bagi Indonesia, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan kemampuan industri pertahanannya dan meningkatkan ketahanan industri pertahanan nasional," ucap Norman.
Tidak sampai di situ saja, ia menilai kerja sama itu juga akan mengurangi ketergantungan TNI pada sumber-sumber pasokan alutsista dari asing.
Dengan demikian, Norman memastikan inhan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan rudal TNI demi terciptanya kemandirian operasional militer RI dalam jangka panjang.
Sebelumnya, kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
Dalam acara yang sama, perjanjian kerja sama terkait pengadaan senjata rudal udara ke udara/air-to-air missile antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp juga diumumkan di hadapan dua kepala negara dan jajaran delegasi Pemerintah India dan Pemerintah Republik Indonesia.
Kerja sama pertahanan dalam pengadaan rudal BrahMos dan AAM pun menjadi bagian dari total 16 dokumen kerja sama yang diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Jakarta.
PM Modi, saat menyampaikan pernyataan bersamanya dengan Presiden Prabowo di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7) menegaskan komitmen India untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang termasuk pertahanan, manajemen penanggulangan bencana, dan keamanan, khususnya di wilayah perairan Samudera Hindia
"Hari ini kami sepakat meningkatkan kerja sama dalam pertukaran bidang pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama bidang industri, dan juga penjaga pantai dua negara akan bekerja sama untuk memastikan keamanan maritim di Samudera Hindia," kata PM Modi.
Dalam jumpa pers yang sama, Presiden Prabowo juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama keamanan dua negara, salah satunya melalui India-Indonesia Security Dialogue.
"Seiring dengan meningkatnya tantangan isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen untuk memperdalam pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan infrastruktur digital," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama dengan PM Modi.
Terkait dengan pengadaan BrahMos, detail kerja sama antara dua negara untuk itu masih belum diketahui. Kendati demikian, Indonesia telah membidik untuk mengakuisisi BrahMos sejak beberapa tahun lalu.
Baca juga: Di hadapan Prabowo dan Modi, kontrak pengadaan BrahMos diumumkan
Baca juga: India: Kerja sama rudal dengan RI untuk tingkatkan kemandirian
Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































