Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Sugiono mengajak Pemerintah Inggris membantu negara-negara anggota ASEAN dalam menangani dan memberantas penipuan daring (online scam).
Saat Pertemuan Menlu ASEAN-Inggris di Manila, Filipina, Rabu (22/7), Sugiono menyebutkan hampir dua dari tiga orang dewasa di kawasan Asia Tenggara menjadi target tindak pidana penipuan daring.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, Sugiono mengatakan total kerugian akibat aksi kriminal tersebut dapat mencapai 23,6 miliar dolar AS (sekitar Rp423 triliun) dalam satu tahun.
"Aksi penipuan ini mungkin memang berawal di sini (kawasan Asia Tenggara). Namun, uang tersebut bergerak melintasi batas negara, melalui sistem keuangan global dan berbagai financial centers; dan apa yang bisa dipindahkan, pasti bisa dilacak," kata Sugiono.
Baca juga: Menlu Inggris tegaskan komitmen "jangka panjang" London terhadap ASEAN
Guna mengatasi hal tersebut, dia mengajak Pemerintah Inggris memperkuat kerja sama intelijen keuangan dan penegakan hukum agar dapat mencegah dan mendeteksi potensi penipuan daring, melacak aliran dana, serta melindungi para korban.
"Inilah standar yang diusulkan oleh Indonesia, kerja sama yang manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kita," tuturnya.
Tidak hanya di sektor penanganan penipuan daring, Sugiono juga mengajak Inggris untuk meningkatkan kerja sama di bidang transisi energi.
Dia pun mendorong pengembangan akses terhadap energi bersih yang merata bagi seluruh masyarakat hingga ke daerah terpencil melalui inisiatif Dana Transisi Hijau ASEAN-Inggris (ASEAN-UK Green Transition Fund).
Baca juga: Staf Kedubes Inggris di Iran dievakuasi karena alasan keamanan
"Ketika transisi tersebut menjangkau semua orang, hal itu akan memberikan manfaat lebih dari sekadar (penyaluran) energi bersih. Hal tersebut menghadirkan kemakmuran bersama," ujar Sugiono.
Selain itu, Indonesia juga mendukung penguatan kolaborasi di bidang sumber daya manusia (SDM) melalui beasiswa ASEAN-UK Chevening Scholarships.
Inggris menjadi Mitra Wicara ASEAN sejak 2021. Dalam pertemuan tingkat tinggi di Manila itu, hadir pula Menlu Inggris Ed Miliband yang baru dilantik pada Senin (20/7) bersama dengan pemerintahan baru Inggris di bawah pimpinan Perdana Menteri (PM) Andy Burnham.
Sebelumnya, di kabinet PM Keir Starmer, Miliband merupakan menteri ketahanan energi dan iklim.
Baca juga: Indonesia harapkan kemitraan ASEAN-Australia lebih adaptif
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































