Malalak, Kabupaten Agam (ANTARA) - Hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai beradaptasi dengan situasi baru setelah lebih dari tiga minggu menempati hunian tersebut.
Pantauan di bangunan huntara yang didirikan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bernama Huntara Bukik Malanca, pada Senin, beberapa keluarga korban bencana berbincang-bincang di luar rumah sembari menunggu adzan Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa tiba.
Di kawasan huntara yang terdiri dari 14 unit tersebut, tampak sejumlah anak berusia sekitar lima hingga tujuh tahun bermain di sekitar lokasi. Di sisi lain, beberapa warga terlihat sibuk menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa bersama keluarga.
Salah satu penghuni, Mardanis (59), kini menempati sebuah unit huntara berukuran sekitar 4x6 meter bersama empat anggota keluarganya. Ia mengaku mulai beradaptasi dengan kondisi tempat tinggal sementara itu. Meski belum sepenuhnya nyaman, ia mengaku kondisi di huntara jauh lebih nyaman di banding rumahnya.
Sebelum bencana melanda, dia menempati rumah dua lantai di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, yang menjadi salah satu daerah terdampak banjir pada akhir November 2025.
Namun, musibah itu menghancurkan bagian belakang rumahnya, sementara bagian depan bangunan mengalami kerusakan serius dan dinilai tidak lagi aman untuk ditempati. Setelah bencana, Mardanis dan keluarganya sempat berpindah-pindah menumpang di rumah tetangga yang masih layak huni sebelum akhirnya menempati huntara.
Terkait bantuan, dia telah menerima bantuan sembako serta bantuan tunai dalam jumlah yang cukup. Meski demikian, ia berharap pembangunan hunian tetap bagi para korban dapat segera direalisasikan.
Camat Malalak, Ulya Satar, ditemui di kantornya mengatakan seluruh penghuni Huntara Bukik Malanca berasal dari Jorong Toboh dan Jorong Subarang Pakan Usang, Nagari Malalak Timur.
“Huntara sudah tiga minggu, sebelum bulan puasa ini telah ditempati oleh masyarakat, karena memang tujuan BNPB dan pemerintah kita sendiri huntara memang disiapkan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan,” ucap Ulya.
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































