Jakarta (ANTARA) - Pementasan teater Bunga Penutup Abad bukan hanya sajian seni yang memikat, tetapi juga hasil kerja keras penuh tantangan dari Happy Salma dan para pemain lainnya.
Dalam wawancara usai preview pertunjukan, Kamis (28/8) malam, Happy mengungkapkan betapa intens dan kompleksnya proses kreatif yang dilalui, baik dari segi emosi, stamina, maupun pengelolaan produksi.
“Ini bukan hanya soal stamina, tapi bagaimana memainkan emosi dalam waktu dua jam yang sangat padat dan cepat,” ujar Happy, yang juga memproduseri pentas.
Ia menekankan bahwa pergantian emosi yang begitu cepat menjadi tantangan utama bagi para aktor.
“Tadi kita menangis, lalu lima menit kemudian harus berubah lagi. Ini menguji semua tabungan pengalaman kita selama bertahun-tahun,” tambahnya.
Selain tuntutan akting, tantangan juga datang dari sisi produksi. Pertunjukan teater garapan Titimangsa — yang juga didirikan Happy — ini melibatkan banyak pihak, dari sponsor, perusahaan pendukung, hingga Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, dan harus mampu menyatukan pikiran dan tujuan dalam satu kesatuan kolaboratif.
Baca juga: Bunga Penutup Abad, teater artistik penuh emosi dan konflik
“Tantangannya luar biasa. Bagaimana menyatukan energi dari banyak pihak. Ini kan kerja kolaborasi melibatkan banyak stakeholder,” imbuh Happy.
Tidak hanya itu, “Bunga Penutup Abad” bukanlah tontonan ringan, ini adalah sajian yang menuntut konsentrasi dan perenungan. Dialog juga disusun dalam bahasa Indonesia baku yang puitis untuk menambah kekuatan naratif yang unik.
Happy mengungkap, naskah yang panjang, baku, dan sarat makna ini menuntut konsentrasi tinggi, baik dalam hafalan maupun penyampaian agar tidak terasa kaku di atas panggung.
“Karena memang dalam cerita ini banyak sekali yang ingin disampaikan dan kita harus menjaga itu agar juga penonton tidak hilang atau lepas kendali dari inti cerita tersebut,” kata dia.
Stamina fisik pun menjadi fokus utama. Para pemain menjaga kondisi dengan disiplin tinggi dari pola makan, tidur cukup, hingga olahraga.
“Tabungan kita sebagai aktor selama berpuluh tahun, berbelas tahun ini itu diuji di panggung ini, bagaimana kita bermain bukan hanya stamina tapi juga bagaimana mengatur emosi, itu sebuah tantangan yang luar biasa,” ujar Happy.
Pementasan teater 'Bunga Penutup Abad' kembali hadir dengan suguhan yang memukau para penikmat seni pada 29, 30, dan 31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.
Karakter-karakter Bunga Penutup Abad diperankan oleh Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, serta menampilkan aktor-aktor terbaik Indonesia, yaitu Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais.
Baca juga: Pemeran ungkap tantangan jelang pentas 'Bunga Penutup Abad'
Baca juga: Happy Salma harap teater tingkatkan apresiasi sastra dan literasi
Baca juga: Bunga Penutup Abad hadir dengan pembaruan naskah dan tata panggung
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.