HAN 2026, DPR tegaskan kesejahteraan anak tanggung jawab bersama

1 month ago 7

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Cucun Ahmad Syamsurijal, dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026, menegaskan bahwa kesejahteraan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, dia mengatakan sejumlah tantangan perlu diatasi dengan kerja bersama, seperti kasus tengkes (stunting), putus sekolah, kekerasan dan perundungan, kemiskinan, dan kehilangan akses terhadap layanan dasar.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Kebijakan pemerintah, pengawasan DPR, maupun kerja-kerja seluruh elemen bangsa harus bisa memastikan setiap tantangan bagi anak-anak dapat segera diselesaikan,” tuturnya.

Menurut dia, kebijakan pembangunan nasional harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga dan anak sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Untuk itu, Cucun mendorong agar pemerintah menjadikan peningkatan kualitas hidup anak sebagai salah satu ukuran utama dalam mengevaluasi keberhasilan kebijakan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya setiap kebijakan negara yang menunjukkan dampak terukur terhadap perlindungan sosial keluarga, perbaikan kualitas gizi, akses pendidikan, kesehatan, serta tersedianya lingkungan aman dan layak bagi tumbuh kembang anak.

“Dan kami meyakini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan selalu berupaya menghadirkan program-program yang mendukung perkembangan anak-anak,” ucapnya.

Dia pun mendorong pemerintah memperkuat sinergi antara kebijakan ekonomi, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan wilayah agar seluruh program peningkatan kesejahteraan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kebijakan pengentasan kemiskinan, pembangunan permukiman, penyediaan lingkungan yang layak, sistem layanan kesehatan yang baik, hingga pemerataan pendidikan harus dipandang sebagai satu kesatuan guna meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal setiap program dan memastikan bahwa setiap alokasi anggaran serta kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup anak,” tuturnya.

Ia menyebut pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat tercermin dari perkembangan anak. Sebab, kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur dari pembangunan ekonomi semata, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup anak-anak.

Peringatan HAN 2026 menjadi momentum untuk menjadikan kesejahteraan anak sebagai ukuran kesejahteraan rakyat. Paradigma yang melihat kesejahteraan rakyat harus dimulai dari kesejahteraan anak patut menjadi peta jalan pembangunan nasional.

“Ketika setiap anak tumbuh sehat dan mendapat gizi layak, belajar dengan baik, dan hidup dalam lingkungan aman serta jauh dari kekerasan dan perundungan, maka sesungguhnya negara sedang membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Cucun.

Baca juga: ORI: Pemenuhan hak anak indikator utama keberhasilan layanan publik

Baca juga: Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan di Hari Anak Nasional

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |