Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saling mengenang pertemanan mereka saat menghadiri acara pelantikan 19.675 pengurus Dewan Pengurus Cabang PKB di Jakarta pada Rabu (22/7) malam.
“Saya dengan Cak Imin, dulu masih dipanggil Cak Imin, sekarang sudah Ketum. Ketika gerakan mahasiswa 1998, kami berdua sering bersama-sama dalam berbagai forum diskusi yang ada,” ujar Pramono.
Ia kemudian mengaku mengikuti perjalanan politik Cak Imin yang dinilainya hebat selama mengemban posisi Ketum DPP PKB sejak 2005.
“Dulu kalau lihat Cak Imin aja mesakno (kasihan, red.) banget, tetapi beliaulah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini, dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi (di DPR, red.),” katanya.
Selain itu, mantan Sekretaris Kabinet tersebut mengenang PKB berperan dalam mencalonkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden.
“Ibu Mega menjadi wakil presiden itu yang mencalonkan adalah PKB, 100 persen PKB. Pada waktu itu, PDIP tidak mengajukan, namun PKB yang mengajukan. Kenapa saya sampaikan ini saudara-saudara sekalian? Saya yakin di antara saudara-saudara sebagian mungkin belum tahu tentang sejarah itu,” ujarnya.
Sementara itu, Cak Imin memandang Pramono Anung sebagai teman lama, dan sempat menjadi anggota DPR RI.
Ia juga mengatakan Pramono Anung ikut senang karena Taman Fatahillah dipakai PKB sebagai lokasi pelantikan belasan ribu pengurus DPC PKB.
“Ya, Mas Pram ini teman lama yang Alhamdulillah akhirnya jadi Gubernur, dan beliau senang sekali kami ikut meramaikan Taman Fatahillah ini sekaligus bernostalgia, bahwa dulu bersama Mas Pram di parlemen bareng-bareng,” kata mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Baca juga: PKB main bola bareng PKS hingga Golkar jelang puncak Harlah ke-28
Baca juga: Cak Imin pastikan Presiden Prabowo hadiri puncak Harlah PKB malam ini
Baca juga: Ketum PKB Cak Imin resmikan pembentukan organisasi Sigap Bangsa
Pewarta: Rio Feisal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































