Gunung Semeru erupsi, awan panas guguran meluncur 5 kilometer

6 hours ago 5

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer pada Minggu malam.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.25 WIB. Erupsi berupa Awan Panas Guguran dengan jarak luncur sekitar 5 km," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya tinggi kolom letusan Semeru teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara," tuturnya.

Erupsi Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 696 detik.

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca juga: BPBD Lumajang: Waspada letusan sekunder Semeru dan banjir lahar

Baca juga: Minggu, Gunung Semeru 30 kali gempa letusan & 1 kali getaran banjir

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |