Gubernur Bali yakini PSEL bisa tingkatkan citra pariwisata

2 days ago 4
Kalau ini selesai bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tapi citra pariwisata Bali akan meningkat

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meyakini teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang mulai dibangun bisa meningkatkan citra pariwisata Bali.

“Kalau ini selesai bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tapi citra pariwisata Bali akan meningkat,” ucapnya saat Groundbreaking PSEL Bali di Denpasar, Rabu.

PSEL yang digagas Danantara Indonesia dan diluncurkan pembangunannya oleh Menko Pangan ini nantinya akan menyelesaikan masalah sampah di Bali dengan mengolahnya menjadi energi listrik.

Selama ini, kata Koster, Bali terus diterpa beragam isu seperti kemacetan, air, listrik, dan sampah, namun wisatawan tetap berkunjung, sehingga ia meyakini jika satu persoalan sampah selesai maka akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Pariwisata ini sangat kokoh di Bali, diterpa dengan isu macet masyarakat dunia tetap cinta Bali, pada tahun 2025, dalam satu tahun, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali mencapai 7.050.000, meningkat 750.000 dari tahun 2024, dan wisatawan domestiknya mencapai 9,3 juta,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025 itu total kunjungan wisatawan mencapai 16 juta, mereka menyumbang ekonomi lokal yang besar serta menyumbang devisa negara sekitar Rp176 triliun.

Pariwisata Bali menyumbang lebih dari 65 persen terhadap perekonomian Bali, yang menghidupi hotel, restoran, kemudian jasa angkutan serta UMKM, sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali pada tahun 2025 mencapai 5,82 persen, menjadi tertinggi kelima diantara provinsi pemilik sumber daya alam.

“Karena itulah pariwisata di Bali ini harus dirawat dengan baik, dan tentu saja sampah ini harus selesai supaya citra pariwisata Bali itu bisa makin bagus ke depan, berkualitas, dan berdaya saing,” ucap Gubernur Koster.

Untuk itu demi mensukseskan pembangunan PSEL pertama di Indonesia, Pemprov Bali memastikan ikut andil berbagi tugas mulai dari penyediaan lahan 6 hektare di Pedungan, Denpasar, hingga pematangan lahan bersama Kota Denpasar dan Badung sebagai satu aglomerasi.

“Untuk pematangannya, menimbun yang bolong rawa kemarin kami melakukan dengan upacara ritual tidak bisa langsung, proses ini kami lakukan dengan baik, memohon kepada alam agar kami diberikan restu, akhirnya selesai memenuhi target sebelum 30 Juni,“ kata Koster.

Dari sisi tanggung jawab Pemprov Bali, seluruh proses dipastikan lancar sehingga hari ini dapat dilakukan peluncuran pembangunan PSEL.

Mitra Danantara dalam proyek bernilai investasi Rp3 triliun menjanjikan PSEL rampung pada akhir 2027 dan beroperasi semester pertama 2028.

Namun Gubernur Bali berharap agar pembangunannya selesai dalam 15 bulan atau Oktober 2027 sehingga lebih cepat lagi mulai beroperasi.

“Mohon dorongan terus semoga ini bisa selesai tepat waktu, kalau ini selesai akhir tahun 2027, bisa beroperasi bulan Desember misalnya, maka masalah sampah di Bali yang menjadi tantangan kepariwisataan Bali itu bisa selesai tuntas di tangan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutur Koster.

Baca juga: Bupati Badung: PSEL Bali perkuat komitmen jaga kelestarian lingkungan

Baca juga: Danantara mulai pembangunan PSEL Bali pastikan teknologi teruji

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |